Serangan Militer Israel ke Iran: Teheran Dihantam Ledakan
Pada hari ini, Sabtu (28/2/2026), Israel melakukan serangan militer terhadap Iran, menargetkan lokasi dekat kantor Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, menyatakan bahwa tindakan ini bertujuan untuk 'menghilangkan ancaman' terhadap keamanan nasional Israel.
Menurut laporan dari Euronews, serangan tersebut terjadi di ibu kota Iran dan diumumkan secara resmi oleh Israel Katz, yang menambahkan ketegangan yang sudah ada di region tersebut.
Beberapa media melaporkan bahwa Amerika Serikat berpartisipasi dalam operasi ini, menjadikannya langkah kolektif untuk menangani isu keamanan di Timur Tengah.
Katz mengungkapkan bahwa pemerintah Israel telah menetapkan 'keadaan darurat khusus dan permanen' di seluruh wilayah akibat situasi yang semakin memanas.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Laporan awal menyebutkan bahwa serangan pertama teridentifikasi dekat kantor Ayatollah Khamenei, dengan kepulan asap terlihat membumbung di atas pusat kota.
Media Iran mengabarkan sedikitnya tiga ledakan terdengar di Teheran, yang semakin meningkatkan suasana tegang di daerah tersebut.
Hingga saat ini, belum ada kejelasan mengenai target spesifik dari serangan ini, menimbulkan berbagai pertanyaan mengenai tujuan lebih luas dari aksi militer tersebut.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah, khususnya ketika Amerika Serikat mengerahkan armada besar jet tempur dan kapal perang ke daerah tersebut.
Langkah militer ini diyakini sebagai upaya untuk remediasi ketegangan serta mendorong Iran untuk mencapai kesepakatan terkait program nuklir mereka.
Dalam konteks ini, banyak yang mengkhawatirkan langkah-langkah yang mungkin diambil oleh kedua negara di masa depan terkait konflik yang berkepanjangan ini.
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: