Konflik Pidato Trump: Teriakan Protes dari Anggota DPR Muslim
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan kemarahan saat menghadapi interupsi oleh dua anggota DPR dari Partai Demokrat, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib, saat mengadakan pidato kenegaraan di Kongres.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Interupsi tersebut memicu tanggapan keras dari Trump di media sosial, di mana ia mengecam tindakan kedua anggota Dewan Perwakilan Rakyat itu.
Dalam unggahan di platform Truth Social, Trump menyebut Ilhan Omar dan Rashida Tlaib sebagai 'ber-IQ rendah' dan menyerukan perlunya perawatan kesehatan mental bagi keduanya.
Ia menegaskan, 'Ketika orang dapat berperilaku seperti itu, dan mengetahui bahwa mereka adalah Politisi yang Curang dan Korup, sangat buruk bagi Negara kita.'
Pernyataan tersebut memperlihatkan sikap Trump yang semakin agresif terhadap lawan politiknya, terutama yang berasal dari latar belakang minoritas.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Selama pidato Trump, Ilhan Omar dan Rashida Tlaib melakukan protes dengan berteriak, 'Anda telah membunuh warga Amerika!' yang ditujukan kepada kebijakan imigrasi Trump.
Kedua anggota DPR tersebut memiliki latar belakang yang unik; Omar adalah warga negara AS yang lahir di Somalia, sementara Tlaib lahir di Detroit dalam keluarga Palestina.
Meskipun Trump mengancam akan melakukan deportasi, keduanya tidak memenuhi syarat untuk dideportasi karena status kewarganegaraan mereka yang sah.
Trump juga menyasar aktor Robert De Niro dalam pernyataan kritiknya, menanggapi komentar De Niro yang menyentuh kebijakan Trump di acara Partai Demokrat.
Ia mengatakan, 'Omar dan Tlaib harus naik perahu bersama Robert De Niro yang gila, orang sakit jiwa dan pikun lainnya.'
Trump menambahkan bahwa mereka yang mengkritiknya, termasuk De Niro, tidak memahami apa yang mereka bicarakan dan menyebut beberapa di antara mereka sebagai 'sangat KRIMINAL!'.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: