Kategori Berita
Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 17:48 WIB

Pentingnya Pendekatan Terintegrasi dalam Penanganan Sampah di Indonesia

Pentingnya Pendekatan Terintegrasi dalam Penanganan Sampah di IndonesiaPentingnya Pendekatan Terintegrasi dalam Penanganan Sampah di Indonesia

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa penanganan sampah harus dilakukan secara terintegrasi dan berkesinambungan. Hal ini disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengelolaan Sampah Tahun 2026 yang berlangsung di Jakarta.

Baca juga: Penangkapan Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Menuai Kritik

Tito menyebutkan bahwa saat ini Indonesia merupakan salah satu dari lima negara penghasil sampah terbesar di dunia dan ketiga dalam penyumbang sampah plastik ke laut. Oleh karena itu, penting bagi setiap elemen masyarakat untuk aktif berpartisipasi dalam upaya pengurangan sampah.

Strategi Pengelolaan Sampah

Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, mengemukakan bahwa strategi pengelolaan sampah dapat dibagi menjadi tiga pendekatan utama, yaitu berbasis hulu, berbasis hilir, dan integratif. Pendekatan hulu berfokus pada pengurangan sampah dari sumbernya, meliputi tindakan yang dilakukan di tingkat rumah tangga hingga komunitas.

Tito menekankan bahwa partisipasi setiap rumah tangga dan lingkungan sangat penting dalam mengurangi serta mengolah sampah. Contoh di beberapa daerah seperti Banyuwangi, Klungkung, dan Subang menunjukkan keberhasilan penerapan pengelolaan sampah berbasis komunitas, di mana pemilahan sampah dilakukan dari awal untuk mengurangi volume yang masuk ke tempat pemrosesan akhir.

Pemerintah juga menunjukkan potensi ekonomi dalam pengelolaan sampah organik, seperti melalui budidaya maggot dari larva lalat Black Soldier Fly (BSF). Pendekatan ini diharapkan sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular dan mampu menghasilkan produk bernilai tambah.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Penguatan Sistem Pengangkutan

Aspek penting lainnya adalah penguatan sistem pengangkutan dan pengolahan sampah. Dalam hal ini, teknologi menjadi salah satu alat untuk memfasilitasi pengolahan, sambil tetap menjaga aspek tata kelola dan pengawasan secara konsisten.

Tito mendorong agar pengelolaan sampah tidak hanya bersifat reaktif, melainkan memerlukan gerakan kolaboratif yang terstruktur dan berkelanjutan demi meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah. Ia mengungkapkan, 'Kotanya bersih, karena pasukan sampahnya yang bergerak cepat. Sehingga pada waktu pagi hari enggak ada sampah.' Pernyataan ini menekankan pentingnya respon cepat dalam pengelolaan sampah.

Partisipasi Pemangku Kepentingan

Rapat Koordinasi Nasional ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan dan Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk menghadapi permasalahan sampah di tanah air.

Tito juga menyampaikan, 'Saya hanya mau nambahkan sedikit beberapa data saja untuk betul-betul acara ini tidak seremonial tapi menjadi wake up call.' Pernyataan ini menunjukkan bahwa urgensi masalah sampah perlu mendapat perhatian serius.

Kolaborasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan dapat mempercepat pengelolaan sampah yang berkelanjutan dan menyeluruh, demi mencapai lingkungan yang lebih bersih.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pentingnya Pendekatan Terintegrasi dalam Penanganan Sampah di Indonesia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!