Kategori Berita
Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 14:35 WIB

Krisis Kepercayaan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia Akibat Isu Pelecehan Seksual

Krisis Kepercayaan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia Akibat Isu Pelecehan SeksualKrisis Kepercayaan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia Akibat Isu Pelecehan Seksual

Isu pelecehan seksual dan kekerasan fisik menggemparkan pelatnas panjat tebing Indonesia pada akhir Februari 2026. Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) telah mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan pelatih kepala, Hendra Basir.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Keputusan ini diambil setelah laporan delapan atlet yang menyampaikan dugaan tindakan tersebut kepada ketua FPTI. Proses pemeriksaan akan berlangsung dengan FPTI berkomitmen menjaga objektivitas dan keamanan lingkungan atlet.

Pengumuman FPTI tentang Penonaktifan Hendra Basir

Pada 24 Februari 2026, FPTI mengeluarkan Surat Keputusan Nomor 0209/SKP/PP.NAS/II/2026 yang menyatakan penonaktifan sementara Hendra Basir. Langkah ini diambil guna menjaga integritas dan independensi dalam proses pemeriksaan dugaan pelecehan seksual.

Surat keputusan tersebut jelas menyebutkan adanya laporan terkait tindakan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di lingkungan pelatnas. FPTI menekankan komitmen mereka untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bermartabat bagi para atlet.

Keputusan ini mencerminkan keseriusan FPTI dalam menangani isu tersebut, berupaya memenuhi tanggung jawab mereka sebagai organisasi yang membina atlet bertalenta.

Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025

Laporan Atlet dan Respons FPTI

Kejadian ini terungkap setelah delapan atlet panjat tebing mengadukan tindakan pelecehan kepada Yenny Wahid, ketua FPTI, pada 28 Januari 2026. Para atlet tersebut menyatakan bahwa tindakan ini telah menciptakan suasana yang tidak aman dan merugikan bagi perkembangan mereka.

"Kami merasa tidak nyaman berlatih di bawah bimbingan pelatih yang terlibat dalam kasus ini," ungkap salah satu atlet yang enggan disebut namanya.

FPTI secara resmi menyatakan tanggung jawab mereka untuk menjamin lingkungan pelatihan bebas dari segala bentuk kekerasan dan pelecehan. Penanganan kasus ini menjadi perhatian utama yang mendapat sorotan dari masyarakat dan penggemar olahraga panjat tebing.

Dampak Kasus Terhadap Citra Panjat Tebing Indonesia

Kasus pelecehan seksual ini terjadi di tengah euforia prestasi panjat tebing Indonesia yang baru meraih medali emas di Olimpiade 2024. Prestasi tersebut mengangkat nama baik bangsa dan menunjukkan potensi atlet Indonesia di kancah internasional.

Selain itu, panjat tebing diproyeksikan menjadi salah satu cabang unggulan pada Olimpiade 2028 mendatang. Peran Hendra Basir sebagai pelatih kepala dianggap signifikan dalam mencapai kesuksesan tersebut, sehingga skandal ini dapat merusak citra yang telah dibangun dengan susah payah.

FPTI berkomitmen untuk memulihkan citra panjat tebing dengan menjamin proses pemeriksaan yang transparan dan akuntabel. Langkah ini diharapkan bisa memberikan kepercayaan kembali kepada atlet dan masyarakat.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Krisis Kepercayaan di Pelatnas Panjat Tebing Indonesia Akibat Isu Pelecehan Seksual

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!