Kemenkes Ungkap Periode Inkubasi Virus Nipah dan Pencegahannya
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) menginformasikan bahwa periode inkubasi virus Nipah berkisar antara 4 hingga 14 hari sebelum gejala muncul.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Dr. Sumarjaya, menyebutkan bahwa gejala yang timbul dapat bervariasi mulai dari demam hingga kejang.
Dr. Sumarjaya menegaskan pentingnya mengenali gejala awal dari virus Nipah, yang dapat mencakup demam, sakit kepala, hingga kondisi yang lebih berat seperti kejang.
Lebih lanjut, dia menyoroti bahwa terdapat laporan yang menunjukkan kemunculan gejala setelah 45 hari, yang menandakan variasi dalam manifestasi penyakit ini.
Anak muda yang terjangkit virus ini perlu mendapat perhatian khusus, karena mereka dapat mengalami penurunan kesadaran serta gangguan pernapasan.
Penting untuk waspada terhadap gejala-gejala berat yang dapat berakibat fatal.
Virus Nipah dapat didiagnosis melalui tes PCR, meskipun hingga saat ini belum ditemukan pengobatan spesifik untuk penyakit ini.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Tingkat kematian yang diakibatkan oleh virus ini sangat tinggi, dengan angka mencapai 40-75 persen ketika menyerang manusia.
Sekilas tentang virus ini, sudah lama terdeteksi pada kelelawar, yang diketahui sebagai pembawa alami virus Nipah dan dapat berpotensi menyebar ke manusia.
Kewaspadaan sangat diperlukan, khususnya di wilayah dengan populasi kelelawar yang tinggi.
Langkah pencegahan yang dianjurkan adalah menghindari konsumsi air nira langsung dari pohon.
Kepala Kemenkes juga merekomendasikan agar masyarakat mencuci dan mengupas buah sebelum memakannya serta membuang buah yang terlihat rusak atau bekas gigitan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: