Kategori Berita
Senin, 23 FEBRUARI 2026 • 13:25 WIB

Prediksi Kenaikan Harga Komponen Elektronik hingga 2026: Dampak dan Tantangan di Sektor Telekomunikasi

Prediksi Kenaikan Harga Komponen Elektronik hingga 2026: Dampak dan Tantangan di Sektor TelekomunikasiPrediksi Kenaikan Harga Komponen Elektronik hingga 2026: Dampak dan Tantangan di Sektor Telekomunikasi

Harga berbagai komponen elektronik diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun 2026, berimbas pada produk seperti memori, router, dan set-top box.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas

Analisis dari Counterpoint Research menunjukkan lonjakan harga ini akan berlangsung setidaknya hingga Juni 2026, dengan potensi puncak pada paruh pertama tahun tersebut.

Dinamika Kenaikan Harga Komponen

Kenaikan harga memori DRAM telah meningkat lebih dari 600% dalam satu tahun terakhir. Meskipun RAM dan SSD menjadi fokus utama perhatian, analisis juga menunjukkan peningkatan harga router dan set-top box untuk segmen konsumen.

Lembaga Riset Counterpoint menyampaikan bahwa harga memori untuk smartphone mengalami kenaikan hingga tiga kali lipat dalam sembilan bulan terakhir, sementara produk broadband berbasis memori meningkat hampir tujuh kali lipat.

Kenaikan harga ini menjadi tantangan signifikan bagi perusahaan telekomunikasi yang akan meluncurkan layanan broadband berbasis fiber atau fixed wireless pada tahun 2026. Oleh karena itu, pemantauan cermat terhadap harga ini sangat diperlukan untuk merencanakan strategi penjualan yang efektif.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Implikasi terhadap Pengiriman Smartphone

Counterpoint juga memprediksi bahwa pengiriman smartphone global akan menyusut sebesar 2,1% pada tahun 2026. Selain itu, harga handphone diprediksi akan mengalami kenaikan hingga 6,9%.

Kenaikan ini sebagian besar disebabkan oleh peningkatan biaya komponen perakitan atau bill of materials (BOM) perangkat. Saat ini, biaya komponen smartphone kelas bawah tercatat telah meningkat sekitar 25% dibandingkan awal tahun.

Sebagian besar ponsel kelas menengah mengalami kenaikan biaya BOM sekitar 15%, sedangkan smartphone flagship mengalami kenaikan sekitar 10%.

Strategi Perusahaan dan Outlook Pasar

Analisis Counterpoint menyatakan bahwa jika tren harga komponen berlanjut hingga kuartal kedua 2026, biaya BOM berpotensi mengalami kenaikan tambahan antara 8% hingga 15%. Hal ini menciptakan tantangan bagi produsen dalam mengelola biaya produksi dan menentukan harga jual.

Perusahaan telekomunikasi dan produsen diharapkan untuk mengidentifikasi Original Equipment Manufacturer (OEM) yang telah memastikan cukup pasokan. Pemahaman terhadap dinamika harga dan biaya yang terus berubah di pasar juga menjadi kunci.

Dengan memperhatikan tren ini, diharapkan perusahaan di sektor telekomunikasi dapat merencanakan strategi yang tepat untuk menghadapi lonjakan harga dan kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Prediksi Kenaikan Harga Komponen Elektronik hingga 2026: Dampak dan Tantangan di Sektor Telekomunikasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!