Kategori Berita
Minggu, 22 FEBRUARI 2026 • 20:53 WIB

Mengenal Intermittent Fasting: Manfaat, Risiko, dan Pertimbangan Penting

Mengenal Intermittent Fasting: Manfaat, Risiko, dan Pertimbangan PentingMengenal Intermittent Fasting: Manfaat, Risiko, dan Pertimbangan Penting

Intermittent fasting (IF) telah menjadi salah satu metode diet yang banyak dibicarakan di Indonesia. Metode ini populer tidak hanya karena hasil penurunan berat badan yang cepat, tetapi juga pendekatan fleksibel terhadap pola makan.

Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang

Meskipun IF menawarkan berbagai manfaat kesehatan, penting untuk memahami fakta-fakta yang menyertainya sebelum memutuskan untuk mengadopsi pola makan ini. Sejumlah risiko dan pertimbangan juga perlu diperhatikan.

Definisi Intermittent Fasting

Intermittent fasting adalah pola makan yang membagi waktu tertentu untuk berpuasa dan makan. Pada umumnya, metode ini mencakup periode puasa selama 16 jam dan jendela makan selama 8 jam, meskipun terdapat banyak variasi yang bisa diterapkan.

Banyak orang mengadopsi metode ini tidak hanya untuk tujuan penurunan berat badan, tetapi juga untuk mendapatkan keuntungan kesehatan dalam jangka panjang. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa IF dapat membantu memperbaiki sensitivitas insulin dan mendukung kesehatan jantung.

Pada saat berpuasa, tubuh akan memanfaatkan cadangan energi dari lemak, yang memungkinkan pengurangan berat badan tanpa harus menghitung kalori secara ketat.

Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online

Manfaat Kesehatan Intermittent Fasting

Salah satu manfaat utama dari IF adalah kemampuannya untuk meningkatkan kesehatan metabolisme. Penelitian menunjukkan bahwa puasa dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan kesehatan otak.

"Intermittent fasting dapat membantu tubuh membersihkan sel-sel yang rusak," kata Dr. Jason Fung, seorang ahli di bidang diet dan kesehatan. Hal ini menunjukkan adanya proses regenerasi yang terjadi selama fase puasa.

Banyak individu yang melaporkan peningkatan fokus dan energi selama puasa. Kondisi ini dikarenakan tidak adanya fluktuasi gula darah yang biasanya terjadi setelah makan besar, sehingga memungkinkan konsentrasi yang lebih baik.

Risiko dan Pertimbangan dalam Intermittent Fasting

Meski banyak keuntungan, IF tidak sesuai untuk semua individu. Wanita hamil, penderita diabetes, dan mereka yang memiliki riwayat gangguan makan disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan sebelum menerapkan metode ini.

Beberapa orang melaporkan efek samping, seperti rasa lapar yang berlebihan atau penurunan energi. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan sinyal dari tubuh dan tidak memaksakan diri pada metode yang tidak cocok.

"Diet yang berhasil adalah yang bisa dipertahankan dalam jangka panjang," ujar seorang ahli gizi. Pernyataan ini menggarisbawahi pentingnya menemukan keseimbangan, baik dengan IF maupun metode diet lainnya.

Baca juga: Polisi Lakukan Penyelidikan Kasus Penjarahan di Rumah Ahmad Sahroni

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengenal Intermittent Fasting: Manfaat, Risiko, dan Pertimbangan Penting

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!