Analisis Penyebab Singkatnya Kepelatihan Xabi Alonso di Real Madrid
Xabi Alonso, mantan gelandang bintang Real Madrid, hanya menghabiskan waktu delapan bulan sebagai pelatih sebelum dipecat.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Carlo Ancelotti, pelatih sebelumnya, mengungkapkan simpati dan menyebutkan bahwa Alonso tidak memiliki cukup waktu untuk menyesuaikan diri.
Xabi Alonso diangkat sebagai pelatih Real Madrid pada Juni 2025 dan mengakhiri masa jabatannya pada Januari 2026.
Selama delapan bulan tersebut, Alonso mengatur 34 pertandingan, dengan catatan 24 kemenangan, empat imbang, dan enam kekalahan.
Meskipun mencatat prestasi yang cukup baik, Alonso hanya bertahan dalam posisi tersebut sebelum akhirnya digantikan oleh Alvaro Arbeloa.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Selama masa kepelatihannya, Alonso menghadapi sejumlah konflik internal, salah satunya berhubungan dengan Vinicius Jr, yang sering menunjukkan ketidakpuasan saat ditarik keluar dari permainan.
Kondisi di ruang ganti semakin tegang dan diperburuk dengan kegagalan tim dalam Piala Super Spanyol, setelah mengalami kekalahan dari Barcelona.
Kedua faktor ini menjadi bagian dari pertimbangan yang mendasari keputusan manajemen untuk memecat Alonso.
Carlo Ancelotti berpendapat bahwa kegagalan Alonso lebih terkait dengan kurangnya waktu untuk beradaptasi dengan tim.
Ia mengatakan, 'Alonso banyak hadapi kesulitan di Madrid, terutama soal adaptasi. Itu merupakan komponen penting bagi seorang pelatih.'
Setelah dipecat, terdapat kabar bahwa Alonso berencana melanjutkan kariernya di Premier League, dengan Liverpool atau Manchester City sebagai pilihan yang mungkin.
Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: