Kategori Berita
Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 17:46 WIB

Mengoptimalkan Kebugaran Atlet Muda di Bulan Ramadan

Mengoptimalkan Kebugaran Atlet Muda di Bulan RamadanMengoptimalkan Kebugaran Atlet Muda di Bulan Ramadan

Lamine Yamal, pemain muda berbakat dari Barcelona, membagikan strategi untuk tetap bugar selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan. Ia menekankan pentingnya hidrasi dan pemenuhan nutrisi yang tepat agar performa di lapangan tetap terjaga.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Sebagai salah satu bintang muda sepak bola, Yamal tak hanya menjalani rutinitas latihan, tetapi juga mengikuti program khusus yang disusun oleh tim nutrisi Barcelona untuk mendukung pemain Muslim selama bulan suci ini.

Kebugaran dan Nutrisi Selama Ramadan

Sebagai bulan suci, Ramadan merupakan waktu di mana seluruh umat Muslim di dunia menjalankan ibadah puasa, termasuk para atlet profesional. Dalam konteks ini, Lamine Yamal mencurahkan perhatian pada langkah-langkah yang diambilnya untuk menjaga kebugaran di tengah tantangan berpuasa.

Barcelona, klub yang ia bela, telah mengembangkan program guna mendukung para pemain Muslim dalam menjalankan puasa sambil tetap optimal dalam performa mereka. Dengan pengalaman dari tahun sebelumnya, Yamal merasa jauh lebih siap untuk menghadapi tantangan ini.

Pemain lain di tim yang juga beragama Islam, seperti Ousmane Dembele, Franck Kessie, dan Ansu Fati, turut berpartisipasi dalam program ini. Untuk memfasilitasi kebutuhan nutrisi, tim nutrisi Barcelona telah merancang menu makan malam yang seimbang agar tidak mengganggu pola tidur para pemain.

Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi

Perencanaan Hidrasi yang Efektif

Dalam konteks olahraga, hidrasi menjadi salah satu faktor kunci, terutama saat menjalankan puasa. Lamine Yamal mengisyaratkan bahwa mengonsumsi cukup cairan di waktu sahur sangat penting bagi performa atlet.

Yamal menjelaskan rutinitas hidrasi yang dilakukannya: 'Saya bangun jam empat pagi, makan (sahur), pergi latihan, dan tidak melakukan hal lain. Saya minum elektrolit dalam bentuk pil guna mencegah rasa haus yang terasa sepanjang hari.'

Strategi ini diyakini membantu Yamal tetap fokus dan bugar, khususnya saat menghadapi pertandingan melawan Levante yang dimulai pukul 16.15 waktu setempat pada akhir pekan mendatang.

Dampak Puasa Terhadap Performa Atlet

Puasa menghadirkan tantangan tersendiri bagi Lamine Yamal, sekaligus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kemampuannya sebagai seorang atlet. Ia menekankan bahwa dengan pola makan dan hidrasi yang baik, performanya di lapangan tidak akan terpengaruh.

Staf pelatih dan medis Barcelona memantau terus kondisi fisik para pemain selama bulan suci, berupaya meminimalkan dampak negatif dari puasa atas kebugaran fisik mereka. Hal ini mencerminkan betapa seriusnya klub dalam mengelola kesejahteraan pemain.

Sebagai salah satu talenta muda yang diharapkan akan membela Barcelona dalam banyak pertandingan, Yamal menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang baik, ibadah puasa dapat dijalani tanpa mengorbankan prestasi dalam sepak bola.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Mengoptimalkan Kebugaran Atlet Muda di Bulan Ramadan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!