Kategori Berita
Jumat, 20 FEBRUARI 2026 • 16:40 WIB

Tuduhan Pembantaian Anjing Liar di Maroko Usai Penunjukan Piala Dunia 2030

Tuduhan Pembantaian Anjing Liar di Maroko Usai Penunjukan Piala Dunia 2030Tuduhan Pembantaian Anjing Liar di Maroko Usai Penunjukan Piala Dunia 2030

Maroko dituduh akan melakukan tindakan pembantaian massal terhadap jutaan anjing liar seiring dengan persiapan negara tersebut untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia 2030. Tuduhan ini muncul menjelang persiapan bersama dengan Spanyol dan Portugal dalam menyambut mega acara olahraga tersebut.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

FIFA telah resmi menunjuk Maroko sebagai salah satu lokasi Piala Dunia, yang memicu perhatian internasional terhadap perlindungan hewan di negara yang bersangkutan. Praktik pembunuhan terhadap anjing liar dilaporkan meningkat menjelang pelaksanaan event bergengsi tersebut.

Tuduhan Pembantaian Anjing Liar

Koalisi Internasional untuk Kesejahteraan dan Perlindungan Hewan (IAWPC) mengungkapkan bahwa sekitar 300 ribu anjing liar dan peliharaan mati setiap tahun di Maroko. Mereka percaya bahwa peningkatan angka ini akan semakin terlihat menjelang Piala Dunia 2030, membuat masyarakat khawatir akan tindakan pembantaian massa.

IAWPC menyebutkan bahwa metode pembunuhan yang biasa digunakan termasuk penembakan, jebakan, dan racun. 'Setelah [konfirmasi Piala Dunia], pembunuhan anjing meningkat secara dramatis,' ungkap IAWPC dalam laporan mereka.

Kekhawatiran akan program pembantaian massal terhadap sekitar 3 juta anjing untuk 'membersihkan' jalanan menambah tekanan pada pemerintah Maroko untuk menyikapi isu ini secara serius.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Respon dan Penolakan dari Kedutaan Maroko

Kedutaan Besar Maroko di London menanggapi tuduhan ini dengan bantahan tegas, menyatakan bahwa negara mereka berkomitmen pada pengelolaan hewan yang manusiawi dan berkelanjutan. Mereka menjelaskan bahwa terdapat rencana konkret untuk perlindungan hewan di negara tersebut.

Pada Agustus 2025, Maroko mengusulkan rancangan undang-undang yang bertujuan untuk meningkatkan perlindungan terhadap hewan liar. Rancangan ini mencakup ancaman pidana bagi para penyiksa hewan dan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan perlindungan hewan.

Kedutaan juga menekankan bahwa pelanggaran terhadap perlindungan hewan dapat mengakibatkan denda atau kriminalisasi bagi pelanggar repetitif yang tidak mematuhi aturan tersebut.

Meningkatnya Sorotan Internasional

Seiring dengan Maroko ditunjuk sebagai tuan rumah Piala Dunia, sorotan internasional terhadap perlindungan hewan di negara ini menjadi semakin tajam. Banyak organisasi dan aktivis hewan terus memantau tindakan pemerintah terkait kesejahteraan hewan.

IAWPC menekankan pentingnya adanya intervensi internasional untuk mencegah praktik pembantaian yang tidak manusiawi. 'Kami menyerukan perhatian dunia untuk mempertimbangkan kesejahteraan hewan saat menyambut acara besar seperti Piala Dunia,' ujar perwakilan IAWPC.

Kondisi ini memberikan tantangan besar bagi Maroko untuk menjawab kritik global sambil memastikan pelaksanaan Piala Dunia tidak menimbulkan dampak negatif terhadap kesejahteraan hewan.

Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tuduhan Pembantaian Anjing Liar di Maroko Usai Penunjukan Piala Dunia 2030

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!