Investigasi Kecelakaan Kereta Bandara di Perlintasan Poris, Tangerang
Polisi mengonfirmasi bahwa palang pintu perlintasan kereta api di Poris, Kota Tangerang, dalam keadaan terbuka saat truk kontainer ditabrak oleh Kereta Bandara pada Jumat pagi, 20 Februari 2026.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Kesaksian dari petugas juga menyebutkan bahwa sirine perlintasan sudah dibunyikan sebelum insiden terjadi, namun palang pintu tidak ditutup.
Kecelakaan tersebut terjadi di perlintasan kereta api Stasiun Poris, Batuceper, Kota Tangerang, saat truk kontainer melintas. Menurut Kasat Lantas Polres Metro Tangerang Kota, AKBP Nopta Histaris Suzan, palang pintu perlintasan tidak tertutup saat truk melintas di lokasi.
Nopta menjelaskan, 'Dari keterangan saksi, sopir, ataupun kami melihat langsung dari CCTV yang ada di lokasi, artinya palang pintu belum ada upaya penutupan. Masih terbuka lebar.' Pernyataan ini didasarkan pada rekaman dari kamera pengawas yang ditinjau oleh pihak kepolisian.
Meskipun palang pintu terbuka, Nopta menegaskan bahwa sirine perlintasan telah dibunyikan sebelumnya. 'Sirine tadi keterangan dari petugas, dia sempat lakukan upaya-upaya untuk memberi tahu masinis dan sirine sudah dibunyikan,' jelasnya.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Setelah insiden, pihak kepolisian meminta keterangan dari beberapa pihak terkait, termasuk sopir truk, kernet, dan petugas pengelola palang pintu. 'Yang jelas ada driver-nya, kemudian kernetnya, kemudian saksi-saksi petugas palang pintu,' ungkap Nopta.
Penyelidikan terus berlanjut untuk mengumpulkan lebih banyak informasi mengenai penyebab kecelakaan ini. Nopta menegaskan perlunya penggalian informasi sebelum memberikan klarifikasi lebih lanjut kepada wartawan mengenai insiden tersebut.
Selain itu, truk kontainer yang terlibat dalam kecelakaan diketahui mengangkut kapsul penyelamat untuk penanggulangan bencana, yang memberikan konteks lebih dalam terkait insiden yang terjadi.
Polisi mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, dikarenakan Kereta Bandara tidak mengangkut penumpang saat kecelakaan terjadi. 'Alhamdulillah tidak ada korban jiwa karena kereta api tadi masih tidak ada muatan atau penumpang,' kata Nopta.
Kereta yang terlibat adalah KRL Commuter Line Bandara Soekarno Hatta. Meskipun tidak ada korban, kejadian ini menyebabkan gangguan operasional di stasiun Poris, sehingga penumpang harus menunggu berjam-jam.
Kondisi ini memperlihatkan pentingnya infrastruktur keselamatan di perlintasan kereta api, terutama mengingat banyaknya kendaraan yang melintas dan potensi risiko yang dapat terjadi jika langkah-langkah pencegahan tidak dioptimalkan.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: