Tantangan Penyakit Tidak Menular di Kalangan Generasi Muda di Indonesia
Penyakit Tidak Menular (PTM) semakin menjadi perhatian serius di Indonesia, karena tidak hanya menyerang orang tua tetapi juga kelompok usia produktif dan remaja. Data terbaru menunjukkan bahwa penyakit jantung, diabetes, dan hipertensi kian sering ditemukan pada generasi muda, menimbulkan tantangan bagi visi Indonesia Emas 2045.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Perubahan gaya hidup drastis dalam satu dekade terakhir menjadi penyebab utama munculnya PTM di kalangan generasi muda. Pola hidup sedenter digital, yang ditandai oleh berkurangnya aktivitas fisik akibat ketergantungan pada perangkat layar, serta konsumsi makanan olahan tinggi gula, garam, dan lemak, memperburuk situasi.
Konsumsi tren minuman manis seperti boba dan kopi susu semakin berkontribusi terhadap masalah kesehatan. Selain itu, penggunaan rokok elektrik (vape) yang meningkat mencapai prevalensi 8 persen pada tahun 2023, berpotensi mempercepat kerusakan metabolik sejak dini.
Menurut data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) dan laporan Global Burden of Disease 2025, kondisi kesehatan generasi muda menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sekitar 11,9 persen pelajar berusia 5–12 tahun mengalami obesitas, sementara 6,7 persen pelajar berusia 13–17 tahun telah memiliki tekanan darah tinggi.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Prevalensi diabetes melitus juga mengalami kenaikan menjadi 8,6 persen, dengan rentang usia penderita semakin muda. Data tersebut menunjukkan bahwa PTM bertanggung jawab untuk 74 persen kematian global setiap tahunnya.
Banyak anak muda yang merasa tidak terpengaruh oleh PTM karena merasa sehat. Namun, tubuh sering memberikan sinyal yang tidak dihiraukan, seperti kelelahan kronis yang dapat menjadi indikasi adanya gangguan metabolisme.
Gejala lain yang harus diwaspadai meliputi rasa haus berlebihan, sakit kepala, dan penurunan penglihatan mendadak. Dua gejala ini merupakan tanda awal diabetes tipe 2 dan hipertensi yang semakin banyak dijumpai pada usia dua puluhan.
Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program skrining kesehatan gratis bagi 53 juta pelajar yang dimulai sejak Juli 2025. Meskipun inisiatif ini ada, kesadaran individu tetap sangat penting dalam pencegahan PTM.
Dengan menerapkan prinsip CERDIK, masyarakat dapat memitigasi risiko, seperti melakukan cek kesehatan secara berkala dan menghindari asap rokok. Aktivitas fisik yang rutin dan pola makan seimbang juga merupakan langkah penting dalam mencegah PTM.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: