Kategori Berita
Kamis, 19 FEBRUARI 2026 • 18:55 WIB

Pemeriksaan Dugaan Ujaran Kebencian oleh YouTuber Pandji Pragiwaksono

Pemeriksaan Dugaan Ujaran Kebencian oleh YouTuber Pandji PragiwaksonoPemeriksaan Dugaan Ujaran Kebencian oleh YouTuber Pandji Pragiwaksono

Bareskrim Polri tengah melakukan pemeriksaan terhadap admin akun YouTube Pandji Pragiwaksono berinisial SB berkaitan dengan dugaan penghinaan terhadap masyarakat Toraja. Pemeriksaan ini sebagai respons atas laporan masyarakat tentang kemungkinan tindak pidana yang mengandung unsur SARA.

Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan

Kombes Rizki Agung Prakoso dari Direktorat Tindak Pidana Siber menyebutkan bahwa ada 33 pertanyaan yang diajukan selama pemeriksaan, mencakup berbagai aspek terkait konten yang dianggap bermuatan SARA.

Latar Belakang Kasus

Kasus ini berawal dari laporan yang diajukan oleh Aliansi Pemuda Toraja terhadap Pandji Pragiwaksono pada awal bulan ini. Mereka mengklaim bahwa materi komedi yang disampaikan Pandji dalam unggahan di media sosial mengandung unsur rasisme dan diskriminasi terhadap etnis tertentu.

Prilki Prakasa Randan, perwakilan Aliansi Pemuda Toraja, menyatakan bahwa pernyataan Pandji mengenai masyarakat Toraja yang terjebak dalam kemiskinan akibat tradisi pemakaman berdampak negatif. Pernyataan tersebut dianggap memperlihatkan ketidakpekaan terhadap budaya dan nilai-nilai yang dianut masyarakat Toraja.

Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas

Proses Pemeriksaan dan Hasil Awal

Pemeriksaan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri, melalui Kombes Rizki Agung Prakoso, fokus pada prosedur pengeditan video dan pemilihan narasi dalam konten video. Pengakuan dari saksi SB penting untuk memahami perannya sebagai admin yang mengikuti perintah dari pemilik kanal.

Saksi SB, yang telah bergabung dengan tim Pandji Pragiwaksono sejak tahun 2010 dan menjadi admin kanal YouTube mulai tahun 2019, memiliki relasi kerja yang cukup lama dengan komika tersebut. Ini menunjukkan keterikatan yang kuat antara keduanya dalam konteks produksi konten.

Respons dan Tindakan Pandji Pragiwaksono

Sebagai tanggapan atas laporan tersebut, Pandji Pragiwaksono telah meminta maaf secara terbuka pada 4 November 2025. Ia juga menunjukkan kesediaan untuk berdialog dengan perwakilan masyarakat Toraja, di mana ia berencana agar Rukka menjadi mediator dalam pertemuan tersebut.

Meskipun demikian, Pandji juga mengungkapkan kesiapannya untuk menghadapi proses hukum yang berjalan. Pernyataan ini mencerminkan sikap terbuka Pandji dalam mencari penyelesaian secara damai, namun tetap mematuhi jalur hukum yang ada.

Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Pemeriksaan Dugaan Ujaran Kebencian oleh YouTuber Pandji Pragiwaksono

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!