Prabowo Umumkan Program Makanan Bergizi Gratis Terinspirasi Pengalaman Internasional
Presiden Prabowo Subianto mengumumkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia terinspirasi oleh praktik yang diterapkan di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa dalam penyediaan layanan makan untuk anak-anak.
Baca juga: Kunto Aji Soroti Perdebatan Selebritas di DPR dan Tantangan Akuntabilitas
Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara Business Summit di US Chamber of Commerce, Washington DC, pada Rabu (18/2).
Prabowo menekankan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan bagian dari proses demokratisasi yang nyata di Indonesia. Ia percaya bahwa manfaat dari demokrasi harus dirasakan oleh masyarakat melalui layanan pendidikan dan kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan, "Saya menjalankan Program Makan Gratis, yang pada dasarnya saya tiru atau pelajari dari pengalaman Amerika dan Eropa yang telah melakukannya selama bertahun-tahun."
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Prabowo juga menyoroti masalah serius mengenai stunting yang dihadapi oleh anak-anak di Indonesia. Ia mengungkapkan bahwa 25 persen anak di Indonesia mengalami stunting, yang secara signifikan memengaruhi perkembangan otak serta fisik mereka.
Ia menyatakan, "Saya baru tahu bahwa 25 persen anak-anak kita mengalami stunting (tengkes). Sel otak mereka tidak optimal, begitu juga sel tulang dan otot mereka. Mereka akan menjadi sangat lemah secara fisik saat tumbuh dewasa."
Menangani aspek pendanaan untuk Program Makan Bergizi Gratis, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah melakukan penghematan dari inefisiensi anggaran negara. Dana yang berhasil dihemat inilah yang kemudian dialokasikan untuk mendanai program tersebut.
Dia menambahkan, "Saya melakukannya dengan menggunakan penghematan yang kami hasilkan dari inefisiensi dan penyalahgunaan uang negara." Disisi lain, Prabowo juga menyatakan bahwa setiap investasi sebesar US$1 untuk program ini dapat menghasilkan imbal balik hingga 35 kali lipat dalam jangka panjang.
Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: