BMW Luncurkan Recall Global untuk 575 Ribu Unit Mobil Akibat Risiko Kebakaran
BMW mengumumkan langkah recall besar-besaran terhadap sekitar 575 ribu unit mobil di seluruh dunia yang berisiko mengalami kebakaran. Proses ini didasarkan pada nomor identifikasi kendaraan (VIN), sehingga tidak semua kendaraan dari model terkait otomatis terpengaruh.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Risiko kebakaran ini terkait dengan masalah pada sistem starter, khususnya pada komponen magnetic switch. Walaupun tidak sepopuler isu lain seperti baterai, potensi masalah ini dapat menyebabkan konsekuensi serius jika tidak segera ditangani.
Pabrikan asal Jerman tersebut mengonfirmasi adanya kesalahan produksi pada komponen magnetic switch di bagian starter motor. Komponen ini dapat mengalami keausan berlebihan, terutama pada kendaraan yang sering di-start.
Gejala awal dari masalah ini cenderung ringan, seperti mesin yang sulit dinyalakan atau bahkan gagal start. Dalam kondisi ekstrem, abrasi logam di dalam magnetic switch berpotensi menyebabkan hubungan arus pendek.
Korsleting yang terjadi bisa menciptakan panas berlebih di area starter, yang dalam situasi tertentu dapat menyebabkan risiko kebakaran, bahkan saat kendaraan berfungsi.
Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online
Data yang dirilis menyebutkan bahwa recall ini mencakup sejumlah model BMW yang populer, termasuk 2 Series, 3 Series, 4 Series, dan X5. Model Z4 juga merupakan bagian dari daftar yang terdampak, berpotensi memberikan risiko bagi Toyota Supra generasi terbaru karena kesamaan tekni.
Model-model tersebut memiliki komponen starter yang diproduksi antara Juli 2020 dan Juli 2022, meskipun ada kemungkinan komponen yang dipasang setelah periode tersebut juga terpengaruh. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang proses pemantauan kualitas komponen yang telah beredar di pasar.
BMW berkomitmen untuk mengganti unit starter pada kendaraan yang teridentifikasi bermasalah dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem terkait sebagai bagian dari proses recall.
BMW merekomendasikan pemilik kendaraan yang terpengaruh untuk tidak membiarkan mobil menyala tanpa pengawasan, terutama setelah menggunakan fitur remote start. Langkah ini diambil guna mengurangi risiko kebakaran jika terjadi overheat pada sistem starter.
Dalam beberapa situasi, penggantian baterai kendaraan juga mungkin dilakukan jika terdeteksi kerusakan akibat panas berlebih. Proses perbaikan diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua jam di bengkel resmi BMW.
Pemilik kendaraan disarankan untuk segera memeriksa nomor rangka mereka melalui kanal resmi dan mengatur kunjungan ke dealer jika kendaraan mereka terindikasi terdampak. Prosedur recall ini merupakan langkah penting untuk memastikan keselamatan pengguna.
Baca juga: Bursa Transfer Musim Panas 2025: Liverpool Pecahkan Rekor Transfer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: