99 Sekolah di Sumatera Masih Beroperasi di Kelas Darurat Pasca Bencana Alam
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, mengonfirmasi bahwa 99 sekolah di Sumatera yang terdampak bencana alam masih melanjutkan proses belajar di tenda atau dalam kondisi darurat.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Meskipun ada kemajuan, sebagian sekolah telah kembali ke lokasi asal mereka setelah proses pembersihan selesai.
Abdul Mu'ti menyampaikan informasi ini dalam rapat Koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana di Jakarta, menunjukkan bahwa 99 sekolah masih berjuang untuk melaksanakan proses belajar mengajar di kelas darurat akibat kerusakan parah pada bangunan asli.
Sekolah-sekolah yang terdampak tersebar di beberapa wilayah, dengan lima lokasi berada di Aceh, 21 di Sumatera Barat, dan 26 di Sumatera Utara. Dua puluh dua sekolah lainnya terpaksa menumpang di institusi lain, terdiri dari 20 di Aceh dan 2 di Sumatera Barat.
Mu'ti mengungkapkan, 'Pembelajaran menumpang saat ini tersisa 22 sekolah, khususnya untuk sekolah-sekolah yang hanyut dan perlu relokasi.'
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Walaupun ada kemajuan dalam kegiatan belajar mengajar di tiga provinsi terdampak, Mu'ti menekankan bahwa kondisi tersebut belum mencapai tingkat ideal.
Ia menyatakan, 'Kegiatan pembelajaran di tiga provinsi terdampak bencana sudah berlangsung 100 persen, hanya saja memang pembelajaran belum berlangsung secara ideal.'
Banyak siswa di sekolah harus duduk di lantai dan menerapkan sistem pembelajaran shift pagi dan siang, akibat ruang kelas yang terbatas.
Mu'ti melanjutkan bahwa 3.001 sekolah di Aceh, 626 di Sumatera Barat, dan 1.104 di Sumatera Utara telah berhasil kembali ke sekolah asal mereka meskipun masih menggunakan kurikulum darurat.
Bantuan operasional yang telah disalurkan mencapai Rp 1,98 triliun untuk 29.000 satuan pendidikan di daerah yang mengalami dampak bencana.
Terkait dukungan bagi guru yang terdampak, Mu'ti menyampaikan, 'Penyaluran bantuan khusus bagi guru terdampak bencana sebesar 220,5 miliar untuk 36.074 guru dari tingkat kependidikan.' Total dana untuk tunjangan guru di wilayah bencana adalah 508,9 miliar.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: