Wamenag Himbau Larangan Sweeping Rumah Makan Selama Ramadhan
Wakil Menteri Agama RI, Muhammad Syafii, mengungkapkan dukungan tegas terhadap larangan sweeping rumah makan selama bulan Ramadhan. Ini merupakan upaya untuk menjaga penghormatan terhadap masyarakat yang tidak menjalankan ibadah puasa.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Syafii menekankan pentingnya toleransi antar umat beragama, khususnya di negara dengan keberagaman seperti Indonesia. Diharapkan, suasana yang harmonis dapat dijaga sepanjang bulan suci ini.
Dalam pernyataan yang disampaikan setelah sidang isbat Ramadhan 2026 di Hotel Borobudur, Wamenag Muhammad Syafii menegaskan keprihatinannya terhadap tindakan sweeping rumah makan. Ia menyampaikan, "Enggak ada. Enggak ada sweeping-sweeping lah. Itulah bentuk penghormatan kita."
Syafii juga mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara yang kaya akan keragaman, di mana tidak semua masyarakat menjalankan ibadah puasa. Penting bagi rumah makan untuk tetap beroperasi demi memenuhi kebutuhan bagi individu yang tidak berpuasa.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Menjelaskan lebih lanjut, Syafii mengatakan bahwa toleransi antar umat beragama merupakan kunci dalam menciptakan situasi yang kondusif. "Tapi bagi yang tidak berpuasa, ya memang kita enggak puasa. Tapi hormati dong orang yang puasa," tegasnya.
Pendekatan ini tidak hanya bertujuan menjaga ketertiban, tetapi juga untuk meningkatkan kerukunan sosial selama bulan suci Ramadhan. Harapannya, perbedaan keyakinan yang ada dapat dikelola dengan baik, sehingga tercipta kedamaian di tengah masyarakat.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta Pramono Anung juga mengeluarkan larangan untuk organisasi kemasyarakatan melakukan sweeping terhadap rumah makan. "Tentunya saya sebagai Gubernur bertanggung jawab untuk itu dan saya tidak mengizinkan untuk ada sweeping," ungkapnya dalam sebuah wawancara di Jakarta.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga ketertiban umum serta menciptakan suasana ibadah yang aman dan damai. Dengan demikian, masyarakat Jakarta dapat menyambut bulan Ramadhan dengan penuh kedamaian dan saling menghormati satu sama lain.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: