Penjelasan Ketersediaan Stok BBM di SPBU Shell oleh Menteri ESDM
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, memberikan penjelasan mengenai kekosongan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di SPBU Shell. Ia menegaskan bahwa ketersediaan pasokan BBM di Indonesia saat ini mencukupi untuk berbagai jenis, termasuk bensin dan solar.
Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz
Bahlil menjelaskan bahwa masalah kekosongan stok di Shell hanya berkaitan dengan mekanisme bisnis antarperusahaan. Ia enggan mengomentari status izin impor BBM yang belum dikeluarkan.
Menteri Bahlil menjelaskan bahwa kondisi pasokan BBM di Indonesia saat ini stabil. Beliau menyatakan, 'Saya pikir semuanya ada ya RON 92, RON 95, RON 98 semuanya ada kok solar juga ada, jadi tinggal dilakukan B2B aja,' saat memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan.
Pernyataan Bahlil ini menunjukkan keyakinan atas ketersediaan BBM di pasar domestik. Varietas jenis BBM, termasuk yang dibutuhkan oleh SPBU Shell, dinyatakan cukup dan aman, meskipun terdapat kekosongan pada titik distribusi tertentu.
Bahlil menjawab pertanyaan mengenai izin impor BBM untuk Shell yang belum diterbitkan. Ia mengakui tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut, menyatakan, 'Nanti coba saya cek ya,' ketika ditanya tentang status izin tersebut.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Laode Sulaeman, juga mengonfirmasi bahwa izin impor untuk Shell sedang dalam evaluasi. 'Kalau yang Shell khusus masih dievaluasi. Kita evaluasi juga pada saat mereka order,' ujarnya di Kantor Kementerian ESDM.
Proses evaluasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa pengajuan kuota oleh Shell memang sesuai dengan kebutuhan dan dinamika pasar BBM saat ini.
Laode juga memberikan informasi mengenai kuota impor BBM untuk tahun 2026. Ia menjelaskan bahwa kebijakan kuota akan mirip dengan tahun sebelumnya, yang mengalami kenaikan 10% dibandingkan tahun 2024.
'Kuota saya jawab satu kata mirip tahun 2025,' ungkap Laode, menambahkan bahwa izin impor akan diberlakukan setiap enam bulan.
Langkah ini diambil untuk memberikan pemerintah fleksibilitas dalam memantau konsumsi BBM nasional dan kepastian waktu bagi perusahaan dalam mengajukan perpanjangan izin.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: