Kategori Berita
Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 17:05 WIB

Tingginya Angka Malas Gerak di Ibu Kota: Isu Kesehatan yang Mendesak

Tingginya Angka Malas Gerak di Ibu Kota: Isu Kesehatan yang MendesakTingginya Angka Malas Gerak di Ibu Kota: Isu Kesehatan yang Mendesak

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengungkapkan bahwa sekitar 93 persen warga ibu kota memiliki kebiasaan 'mager' atau malas bergerak, berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dijalankan dari 2025 hingga awal 2026.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Temuan ini menunjukkan tingginya risiko penyakit kardiovaskular di kalangan masyarakat, menuntut tindakan serius untuk meningkatkan kesadaran kesehatan di Jakarta.

Kondisi Kesehatan Warga Jakarta

Hasil dari program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan bahwa 93 persen warga Jakarta berisiko terkena penyakit kardiovaskular, khususnya obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik.

Ani, seorang petugas program, menjelaskan, 'Dari hasil pemeriksaan, temuan terbanyak berasal dari kelompok risiko penyakit kardiovaskular, terutama obesitas sentral dan kurangnya aktivitas fisik (93 persen).' Selain itu, 74 persen peserta memiliki kadar lemak darah tidak normal, yang dikenal sebagai dislipidemia, sementara 51 persen mengalami masalah kesehatan gigi.

Kondisi-kondisi ini mencerminkan perlunya aksi lebih dalam hal kesadaran kesehatan, serta edukasi mengenai pentingnya aktivitas fisik di kalangan warga Jakarta.

Langkah-Langkah Pemerintah DKI Jakarta

Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkomitmen untuk memperkuat program-program promotif dan preventif dalam rangka edukasi perilaku hidup sehat di masyarakat.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Salah satu langkah konkret adalah memperluas edukasi dan meningkatkan skrining faktor risiko penyakit tidak menular melalui program CKG. Dinas Kesehatan juga menjalin kerja sama dengan berbagai pihak untuk menciptakan lingkungan yang mendorong aktivitas fisik dan pola makan seimbang yang diharapkan dapat mengurangi perilaku malas bergerak di masyarakat.

Program CKG juga bertujuan untuk deteksi dini berbagai penyakit, termasuk diabetes dan penyakit jantung, serta potensi risiko penyakit menular seperti tuberkulosis.

Statistik Peserta dan Target Program

Pada tahun 2025, tercatat 4.202.586 orang telah mengikuti program CKG, yang representatif sekitar 37,5 persen dari total target peserta.

Di periode Januari hingga 11 Februari 2026, jumlah peserta mencapai 146.727 orang, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat hingga akhir tahun.

Secara nasional, Kementerian Kesehatan menargetkan sebanyak 130 juta warga akan terlibat dalam program CKG pada tahun 2026, meningkat dari target 70 juta orang pada tahun 2025.

Program ini tersedia di 44 puskesmas yang tersebar di enam wilayah kota, memastikan akses yang baik bagi masyarakat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Tingginya Angka Malas Gerak di Ibu Kota: Isu Kesehatan yang Mendesak

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!