Makna Budaya di Balik Dominasi Warna Merah Saat Imlek
Setiap perayaan Imlek, warna merah hadir menjadi elemen sentral dalam dekorasi dan pakaian. Warna ini memiliki makna yang kuat dalam budaya Tionghoa, melambangkan keberuntungan dan kebahagiaan.
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Diyakini dapat mengusir roh jahat dan mendatangkan rezeki, warna merah menjadi simbol harapan bagi komunitas yang merayakan Imlek di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.
Penggunaan warna merah dalam tradisi Tionghoa telah ada sejak zaman kuno. Pada masa lalu, warna ini dipercaya memiliki kekuatan magis yang mampu melindungi dari keburukan.
Saat Imlek berlangsung, rumah-rumah dihias dengan ornamen merah, termasuk lampion dan angpao, sebagai simbol harapan akan tahun yang penuh berkah. Hal ini terlihat jelas di berbagai kota besar di Indonesia yang merayakan Imlek secara meriah.
Berdasarkan kepercayaan yang ada, merah dianggap sebagai warna yang paling dicintai oleh dewa-dewa di Tiongkok. Dengan mengadopsi warna ini dalam perayaan, masyarakat berharap mendapatkan berkah yang melimpah dari para dewa.
Baca juga: Penyelidikan Penjarahan Rumah Eko Patrio Setelah Kontroversi Video Parodi
Tradisi memberikan angpao merah merupakan salah satu khas saat Imlek. Dalam angpao tersebut, umumnya terdapat uang yang melambangkan harapan untuk rezeki yang berlimpah di tahun baru.
Lebih dari sekadar simbol keberuntungan, merah juga sering diasosiasikan dengan perayaan dan kesenangan. Banyak warga yang mengenakan pakaian merah saat menyambut tahun baru sebagai ungkapan semangat positif.
Di banyak daerah seperti Jakarta dan Medan, perayaan Imlek kerap dimeriahkan dengan pertunjukan yang menjadikan warna merah sebagai tema utama, yang menambah suasana kegembiraan dalam menyambut tahun baru.
Popularitas warna merah tidak hanya mencakup aspek budaya tetapi juga berdampak pada sektor ekonomi. Penjual baju dan aksesori berwarna merah sering mengalami lonjakan penjualan menjelang Imlek.
Event-event yang diadakan terkait Imlek biasanya menggunakan tema merah dalam promosi dan suasananya, yang menarik perhatian berbagai kalangan untuk merayakan festival tersebut.
Di luar konteks keberuntungan, warna merah juga menjadi simbol persatuan antar etnis di Indonesia, terutama dalam merayakan keragaman budaya dalam masyarakat yang heterogen.
Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: