Progres Pemulihan Pascabencana di Sumatera Capai 70 Persen Menurut Satuan Tugas
Progres pemulihan pascabencana di wilayah Sumatera telah mencapai hampir 70 persen, berdasarkan informasi yang disampaikan oleh Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian.
Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp
Dari 52 kabupaten dan kota yang terdampak bencana, 37 di antaranya sudah kembali ke kondisi normal dalam waktu dua bulan setelah kejadian.
Dalam konferensi pers di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Tito Karnavian mengungkapkan, 'Ada yang sudah kembali normal itu dari 52 itu ada 37. Jadi kalau kita persentasekan ya, lebih kurang hampir 70 persen kabupaten/kota dari 52 kabupaten/kota itu sudah kembali normal dalam waktu sekitar 2 bulan.'
Empat kabupaten/kota di Sumatera, yakni Kabupaten Lima Puluh Kota dan Pasaman Barat di Sumatera Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan di Sumatera Utara, serta Nagan Raya di Aceh, juga telah mendekati kondisi normal.
Namun, masih terdapat 11 kabupaten yang masih memerlukan perhatian khusus dalam proses pemulihan, termasuk di antaranya Kabupaten Padang Pariaman dan Agam di Sumatera Barat, serta sejumlah kabupaten lainnya di Aceh.
Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray
Tito menjelaskan bahwa Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi sedang melakukan berbagai pekerjaan yang menjadi fokus, di antaranya pembersihan lumpur yang tertinggal setelah bencana.
Perbaikan fasilitas kesehatan dan pendidikan juga menjadi prioritas, terutama untuk mendukung kegiatan belajar mengajar dan pemulihan fasilitas keagamaan seperti madrasah dan rumah ibadah.
Ia menegaskan pentingnya pemulihan akses jalan darat serta infrastruktur pendukung lainnya, termasuk jalan nasional, jalan provinsi, dan jembatan yang mengalami kerusakan akibat bencana.
Tito juga menekankan perlunya kebangkitan sektor ekonomi lokal untuk memulihkan kondisi masyarakat, seperti pasar, café, warung, dan hotel.
Ia menyatakan, 'Kemudian juga ekonomi harus dibangkitkan, mulai pasar, kemudian kafe, warung, UMKM, kedai, kemudian juga hotel di beberapa tempat.'
Selain itu, kebutuhan dasar masyarakat yang perlu dipenuhi termasuk pasokan listrik, bahan bakar, sarana komunikasi, internet, dan air minum, yang merupakan indikator penting dalam proses pemulihan.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: