Trump Tegaskan Pentingnya Negosiasi Berkelanjutan dengan Iran di Pertemuan dengan Netanyahu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menegaskan bahwa meskipun terdapat tekanan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, negosiasi dengan Iran harus terus berlanjut.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Dalam pertemuan yang dilakukan di Gedung Putih, Trump menolak pendekatan yang lebih keras terhadap Teheran, menekankan pentingnya diplomasi dalam situasi yang kompleks ini.
Setelah pertemuan berlangsung selama tiga jam dengan Netanyahu, Trump menyampaikan di media sosial bahwa belum ada kesepakatan pasti yang dicapai, tetapi ia menegaskan pentingnya untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran.
Trump menyoroti, "Tidak ada kesepakatan pasti yang tercapai selain saya bersikeras agar negosiasi dengan Iran dilanjutkan untuk melihat apakah kesepakatan dapat terwujud atau tidak."
Pernyataan ini menunjukkan komitmen Trump untuk menjaga jalur komunikasi dengan Iran demi menemukan solusi konstruktif atas ketegangan yang ada.
Di sisi lain, Trump juga mengingatkan akan serangan militer yang dilakukan AS pada tahun lalu terhadap program nuklir Iran, yang menunjukkan kompleksitas dan sensitivitas isu ini.
Dalam diskusi tersebut, Netanyahu mencatat betapa krusialnya aspek keamanan bagi Israel berkaitan dengan negosiasi ini.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
"Menegaskan kebutuhan keamanan negara Israel terkait dengan negosiasi," demikian pernyataan dari kantor Netanyahu.
Kekhawatiran mendalam terhadap kebangkitan program nuklir Iran tetap menjadi fokus utama selama diskusi ini, mencerminkan posisi Israel yang selalu waspada terhadap potensi ancaman.
Meskipun demikian, Trump tampaknya lebih memilih untuk memberikan ruang bagi diplomasi guna mencegah konflik yang lebih besar antara kedua negara.
Pertemuan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, di mana Trump sebelumnya mengindikasikan kemungkinan tindakan militer sebagai respons terhadap kebijakan keras Iran terhadap para demonstran.
Namun, tersiar berita tentang adanya pembicaraan baru antara Washington dan Teheran yang dimulai kembali pekan lalu, saat pertemuan di Oman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: