Indonesia Siapkan Pengiriman Pasukan Perdamaian ke Gaza untuk Mendukung Stabilitas
Indonesia merencanakan pengiriman sekitar 8.000 pasukan perdamaian ke Gaza, Palestina, sebagai bagian dari komitmen untuk mendukung stabilitas wilayah tersebut.
Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menekankan bahwa rencana ini masih dalam tahap pembicaraan dan persiapan yang matang.
Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pengiriman tersebut diharapkan dapat membantu mencapai kesepakatan untuk stabilitas di Gaza. "Belum. Sedang dibicarakan, tapi ada kemungkinan kita akan, kurang lebih di angka 8.000 itu," ujar Prasetyo di Jakarta.
Ia menekankan bahwa total pasukan yang disiapkan bisa mencapai sekitar 20.000. Dengan demikian, pemerintah masih melakukan persiapan untuk pengiriman tersebut.
Terkait waktu dan lokasi pengiriman, Prasetyo mengatakan bahwa hal ini masih menunggu tercapainya kesepakatan yang lebih rinci.
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pengiriman pasukan adalah perwujudan komitmen Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina. "Kita harus mengirim pasukan perdamaian sebagai sebuah komitmen. Itu akan kita lakukan," imbuhnya.
Sebagai langkah konkret, Indonesia berencana bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian yang juga diikuti oleh tujuh negara Muslim lainnya, dengan harapan untuk mengurangi eskalasi konflik di Gaza.
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Maruli Simanjuntak juga memastikan bahwa TNI AD sedang mempersiapkan personel untuk mendukung inisiatif tersebut.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menggarisbawahi bahwa misi ini akan berfokus pada dukungan kemanusiaan dan rekonstruksi di wilayah konflik. Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl Achmad Mulachela menekankan bahwa peran Indonesia bersifat tidak agresif dan tidak menyerang.
"Pendekatan Indonesia akan menitikberatkan pada perlindungan warga sipil, dukungan kemanusiaan dan rekonstruksi Gaza," jelas Nabyl saat memberikan keterangan.
Meskipun rencana ini telah mulai dibahas, Nabyl mengingatkan bahwa belum ada keputusan final mengenai jumlah pasukan, jadwal penugasan, maupun lokasi penempatan.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: