Kategori Berita
Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 11:55 WIB

Perhatian Google untuk Pengguna Android Terkait Risiko Keamanan

Perhatian Google untuk Pengguna Android Terkait Risiko KeamananPerhatian Google untuk Pengguna Android Terkait Risiko Keamanan

Google telah memberikan peringatan kepada lebih dari satu miliar pengguna Android mengenai hilangnya pembaruan keamanan pada perangkat mereka. Pengguna disarankan untuk melakukan pembaruan ke versi terbaru atau mengganti perangkat demi mengurangi potensi risiko terhadap keamanan data.

Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China

Data terbaru mengungkapkan bahwa hanya 7,5 persen pengguna yang telah beralih ke Android 16, sementara lebih dari 40 persen masih menggunakan versi yang lebih tua tanpa dukungan keamanan. Situasi ini meningkatkan kerentanan pengguna terhadap serangan siber.

Statistik dan Dampak Pembaruan Keamanan

Data distribusi Android menunjukkan bahwa Android 15 terpasang di 19,3 persen perangkat, Android 14 di 17,9 persen, dan Android 13 di 13,9 persen. Sedangkan, Google telah menghentikan pembaruan untuk Android 12 dan versi sebelumnya, sehingga lebih dari satu miliar perangkat tidak mendapat pembaruan keamanan.

Situasi ini menyebabkan lebih dari 40 persen ponsel tidak mendapatkan dukungan yang penting. Meskipun perangkat tersebut masih bisa digunakan, mereka tidak memiliki perlindungan dari risiko terbaru terkait malware dan serangan siber.

Keadaan ini menunjukkan status rentan bagi pengguna yang bergantung pada versi Android yang lebih tua. Tanpa adanya pembaruan reguler, perangkat ini menjadi target empuk bagi peretas yang mencari celah untuk menyerang.

Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer

Saran dan Peningkatan Keamanan

Menurut laporan Forbes, bagi pengguna yang tidak dapat mengupgrade ke Android 13 atau versi yang lebih baru, disarankan untuk mempertimbangkan pembelian perangkat baru. Google menekankan bahwa lebih aman untuk menggunakan model ponsel terkini yang masih mendapatkan dukungan.

"Google Play Protect, fitur perlindungan malware bawaan Android, tetap mendukung perangkat hingga Android 7 untuk menunjukkan komitmen kami dalam menjaga keamanan pengguna," ungkap seorang juru bicara Google. Meskipun demikian, pembaruan keamanan sangat bergantung pada pabrikan ponsel dan pengembang aplikasi.

Dengan meningkatnya kerentanan di dunia digital, penting bagi pengguna untuk selalu memperhatikan informasi terbaru mengenai pembaruan sistem operasi yang mereka gunakan.

Inovasi dalam Perlindungan Pengguna

Dalam langkah untuk meningkatkan perlindungan pengguna, Google juga memperkenalkan fitur baru untuk mengatasi pencurian data. Di dalam Android 16, fitur Theft Protection ditingkatkan demi memberikan perlindungan ekstra untuk aplikasi dan data sensitif.

Fitur remote lock yang ditingkatkan memungkinkan pengguna untuk mengunci perangkat yang dicuri secara jarak jauh melalui browser web dengan pertanyaan keamanan yang opsional. Di Brasil, Google menerapkan Theft Detection Lock, yang memanfaatkan kecerdasan buatan untuk mendeteksi tindakan mencurigakan dan segera mengunci layar perangkat.

Peningkatan ini diharapkan dapat memberikan rasa aman lebih besar bagi pengguna yang khawatir akan kehilangan perangkat serta risiko pencurian data pribadi.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Perhatian Google untuk Pengguna Android Terkait Risiko Keamanan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!