Kategori Berita
Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 14:15 WIB

Peningkatan Pengawasan Virus Nipah di Bandara-Bandara Asia

Peningkatan Pengawasan Virus Nipah di Bandara-Bandara AsiaPeningkatan Pengawasan Virus Nipah di Bandara-Bandara Asia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) baru saja mengonfirmasi kematian seorang wanita di Bangladesh akibat infeksi virus Nipah, yang dikenal sangat mematikan. Sebagai tindakan respons, negara-negara di Asia kini mengintensifkan pemantauan di bandara untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi

Pasien yang berusia antara 40 hingga 50 tahun ini mengalami gejala serius sejak 21 Januari dan meninggal dunia seminggu setelahnya. Otoritas kesehatan melaporkan bahwa 35 orang yang memiliki kontak langsung dengan pasien kini dalam pemantauan ketat.

Kasus Virus Nipah di Bangladesh

WHO menginformasikan bahwa wanita tersebut menunjukkan berbagai gejala khas dari virus Nipah, termasuk demam, sakit kepala, serta gejala neurologis yang lebih lanjut. Meskipun tidak memiliki catatan perjalanan, pasien diketahui mengonsumsi getah pohon kurma mentah sebelum terinfeksi.

Hasil tes yang dikeluarkan sehari setelah kematiannya menunjukkan bahwa wanita tersebut positif terinfeksi virus Nipah. Kejadian ini menimbulkan kekhawatiran di tingkat global terkait potensi penyebaran virus, khususnya di negara-negara tetangga yang memiliki mobilitas penduduk yang tinggi.

Baca juga: Kasus Tragis Pengemudi Ojek Online Terlibat Oknum Anggota Brimob Menuju Jalur Pidana

Tindakan Negara-Negara Asia

Negara-negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Pakistan telah mengambil langkah-langkah proaktif untuk meningkatkan pemeriksaan suhu di bandara. Di Singapura, pekerja migran yang datang dari Benggala Barat diwajibkan untuk menjalani pemeriksaan suhu harian dan mengawasi gejala selama periode 14 hari.

Langkah-langkah ini ditujukan untuk menghindari potensi wabah yang lebih besar, meskipun risiko penularan antar manusia dikategorikan rendah. Otoritas kesehatan menganggap bahwa tindakan preventif lebih dini sangat penting dalam menghadapi situasi ini.

Karakteristik Virus Nipah

Virus Nipah adalah patogen yang diidentifikasi memiliki risiko tinggi, dengan angka kematian mencapai sekitar 75 persen untuk mereka yang terinfeksi. WHO menjelaskan bahwa hingga saat ini, belum tersedia vaksin atau pengobatan yang efektif untuk menangani infeksi ini, yang menambah kekhawatiran masyarakat.

Infeksi sering kali berkaitan dengan kontak dengan kelelawar atau melalui konsumsi makanan yang terkontaminasi. Bagi penyintas, efek jangka panjang seperti kejang dan perubahan perilaku sering terjadi, yang menambah tantangan dalam penanganan kasus-kasus ini.

Baca juga: Pemeriksaan Eks Menteri Agama oleh KPK Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2024

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Peningkatan Pengawasan Virus Nipah di Bandara-Bandara Asia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!