Kategori Berita
Kamis, 05 FEBRUARI 2026 • 21:50 WIB

Analisis Dampak Harga Rumah Terhadap Akses Pendidikan dan Kesejahteraan Ekonomi

Analisis Dampak Harga Rumah Terhadap Akses Pendidikan dan Kesejahteraan EkonomiAnalisis Dampak Harga Rumah Terhadap Akses Pendidikan dan Kesejahteraan Ekonomi

Sebuah studi terbaru menunjukkan bahwa tingginya harga rumah di wilayah dengan fasilitas publik berkualitas dapat menghambat kemampuan keluarga dalam membangun kekayaan jangka panjang.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Hasil analisis dari Goldman Sachs juga mengungkapkan adanya hubungan yang signifikan antara kualitas pendidikan dan tingkat kepemilikan rumah di berbagai daerah.

Hubungan antara Harga Rumah dan Kualitas Pendidikan

Analisis Goldman Sachs memperlihatkan korelasi antara tingkat kepemilikan rumah dengan kualitas sekolah publik di beberapa daerah. Kualitas pendidikan diukur melalui perbandingan nilai rata-rata ujian lokal dengan nilai nasional.

Hasil temuan menunjukkan bahwa daerah dengan sekolah berkualitas tinggi cenderung memiliki harga rumah yang jauh lebih tinggi. 'Bagi banyak rumah tangga, mahalnya rumah milik sendiri bukan sekadar masalah biaya hidup,' ungkap para analis.

Implikasi dari temuan ini merentang pada mobilitas sosial, di mana akses terbatas ke layanan pendidikan dan peluang kerja berdampak besar terutama untuk rumah tangga berpendapatan rendah. Kendala ini mempersulit akumulasi kekayaan di kalangan mereka.

Baca juga: Apple Diperkirakan Luncurkan iPhone 17 Series Tanpa Slot SIM Tray

Ketimpangan Kekayaan antara Pemilik dan Penyewa

Studi sebelumnya mencatat adanya kesenjangan yang mencolok antara kekayaan pemilik rumah dan penyewa. Pemilik rumah dapat menumpuk kekayaan hingga 40 kali lebih besar dibanding penyewa, menunjukkan dampak positif dari kepemilikan rumah terhadap kesehatan keuangan.

Pada tahun 2023, sekitar 39% penyewa dilaporkan memiliki arus kas positif. Namun, lebih dari setengah pendapatan mereka digunakan untuk membayar sewa dan utilitas, membatasi kemampuan mereka untuk menabung.

Kondisi ini menciptakan siklus penyewaan yang sulit diputus, menjadikan penyewa kurang mampu untuk membeli rumah dan memperbaiki status finansial mereka.

Aspek Rasial dan Regulasi dalam Kepemilikan Rumah

Ketimpangan dalam kepemilikan rumah juga memperlihatkan isu rasial yang signifikan. Hanya 46% warga kulit hitam di AS yang memiliki rumah, dibandingkan dengan 75% warga kulit putih. Hal ini mengindikasikan perlunya perhatian terhadap ketidakadilan struktural yang ada.

Pengajuan kredit pemilikan rumah oleh peminjam kulit hitam sering kali ditolak dengan laju lebih tinggi dibandingkan peminjam kulit putih. Data tersebut menunjukkan adanya diskriminasi dalam sektor perumahan yang memperburuk kondisi ekonomi.

Goldman Sachs menyimpulkan bahwa regulasi lokal yang ketat berkontribusi pada terbatasnya pasokan rumah di wilayah yang sangat diminati. 'Dalam jangka pendek, pemberian subsidi untuk pembangunan rumah terjangkau dapat menjadi solusi yang realistis,' tulis mereka.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Analisis Dampak Harga Rumah Terhadap Akses Pendidikan dan Kesejahteraan Ekonomi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!