Pub di Shibuya Terapkan Kebijakan Pembatasan Usia untuk Pengunjung
Sebuah cabang pub bernama Tori Yaro di kawasan Dogenzaka, Shibuya, Tokyo, baru-baru ini menetapkan kebijakan baru yang membatasi pengunjung berusia 40 tahun ke atas.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang lebih sesuai bagi pengunjung yang berusia antara 20-an dan 30-an, menyesuaikan pengalaman mereka dengan preferensi demografis yang berbeda.
Dikutip dari laporan Japan Today, kebijakan pembatasan usia ini hanya diterapkan di cabang Dogenzaka dan tidak berlaku untuk seluruh jaringan Tori Yaro.
Pengelola berharap dapat menciptakan suasana yang lebih segar dan dinamis, sejalan dengan preferensi pengunjung yang lebih muda.
Bagi pengunjung usia di atas 40 tahun, mereka tetap dapat memasuki pub jika dalam rombongan terdapat minimal satu orang berusia 39 tahun atau lebih muda.
Tulisan yang dipampang di depan pub mencantumkan peringatan bahwa, 'Masuk terbatas untuk pelanggan berusia antara 29 dan 39 tahun. Ini adalah izakaya untuk generasi muda. U-40.'
Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus
Toshihiro Nagano, perwakilan publikasi dari jaringan tersebut, menjelaskan bahwa kebijakan ini dibuat untuk memenuhi kesesuaian antara preferensi pelanggan dan suasana yang diinginkan di dalam pub.
Dia juga menyampaikan bahwa keluhan dari pengunjung yang lebih tua mengenai kebisingan menjadi salah satu pertimbangan utama bagi kebijakan ini.
"Pelanggan yang lebih tua cenderung banyak mengeluh tentang restoran yang terlalu berisik dan sebagainya, jadi kami memutuskan untuk membatasi siapa yang masuk, sehingga semua orang dapat pulang dengan senang hati atas pengalaman yang mereka dapatkan," ujar Nagano.
Tori Yaro bukan satu-satunya izakaya yang menerapkan kebijakan pembatasan usia, Yaoya Ba, sebuah izakaya kelas atas di Shibuya, juga memiliki kebijakan yang hanya menerima pelanggan berusia 25 tahun ke atas.
Kebijakan pembatasan usia ini mencerminkan perubahan dalam praktik bisnis di sektor layanan makanan dan minuman di Jepang, di mana restoran berupaya menyesuaikan diri dengan preferensi konsumen mereka.
Fenomena tersebut menunjukan bagaimana industri hiburan di Jepang beradaptasi dengan harapan dan kebiasaan kelompok demografis yang lebih muda.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: