Kategori Berita
Selasa, 03 FEBRUARI 2026 • 14:30 WIB

Samsung Kembangkan Baterai Smartphone Kapasitas 20.000 mAh dengan Teknologi Silicon-Carbon

Samsung Kembangkan Baterai Smartphone Kapasitas 20.000 mAh dengan Teknologi Silicon-CarbonSamsung Kembangkan Baterai Smartphone Kapasitas 20.000 mAh dengan Teknologi Silicon-Carbon

Samsung sedang dalam proses pengembangan baterai smartphone dengan kapasitas luar biasa mencapai 20.000 mAh, yang menggunakan material Silicon-Carbon. Inovasi ini bertujuan untuk memberikan respons atas persaingan ketat dari merek-merek asal China di pasar baterai smartphone.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Perusahaan-perusahaan seperti Honor, Vivo, dan Xiaomi telah terlebih dahulu memanfaatkan teknologi ini, menghasilkan produk-produk tipis dengan daya tahan tinggi. Meskipun terlambat, langkah ini menunjukkan komitmen Samsung dalam menarik minat konsumen.

Pengembangan dan Teknologi Baterai

Samsung diketahui tengah melakukan uji coba baterai berkapasitas maksimum 20.000 mAh. Informasi terbaru menunjukkan bahwa baterai ini mengadopsi desain Dual-Cell, yang terdiri dari dua sel dengan kapasitas dan ketebalan berbeda.

Sel utama baterai ini memiliki kapasitas 12.000 mAh dengan ketebalan 6,3 mm, sedangkan sel sekunder memiliki kapasitas 8.000 mAh dengan ketebalan 4 mm. Kombinasi ini memungkinkan total kapasitasnya mencapai 20.000 mAh, menjadikannya salah satu baterai terbesar yang ada di pasar saat ini.

Dari hasil pengujian, prototipe baterai ini menunjukkan kemampuan Screen-on-Time (SOT) hingga 27 jam dan mampu bertahan hingga 960 siklus pengisian dalam satu tahun. Hal ini menunjukkan keandalan dan efisiensi baterai yang sedang dikembangkan oleh Samsung.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Masalah dan Tantangan yang Dihadapi

Meskipun memiliki potensi signifikan, pengembangan baterai ini menemui beberapa kendala. Informasi yang dibocorkan mengindikasikan adanya isu pada ketahanan baterai selama proses pengujian.

Sel sekunder, yang memiliki kapasitas 8.000 mAh, mengalami pembengkakan, sehingga ketebalannya meningkat dari 4 mm menjadi 7,2 mm. Ini merupakan salah satu tantangan yang harus dihadapi oleh tim pengembangan Samsung.

Meskipun begitu, masalah ini dapat membuka kesempatan bagi inovasi lebih lanjut dalam teknologi baterai. Keberhasilan dalam mengatasi kendala ini sangat penting bagi peluncuran produk yang diharapkan.

Persaingan di Pasar Smartphone

Samsung terbilang terlambat dalam memanfaatkan teknologi Silicon-Carbon jika dibandingkan dengan kompetitornya seperti Honor dan Xiaomi. Keberhasilan merek-merek tersebut dalam menghasilkan baterai besar untuk perangkat tipis memberikan peringatan agar Samsung segera beradaptasi.

Keunggulan dari teknologi Silicon-Carbon adalah kepadatan energinya yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan baterai Lithium-ion tradisional. Inovasi ini memungkinkan produsen untuk memproduksi perangkat yang lebih ramping tanpa mengorbankan kapasitas baterai.

Dengan pengembangan baterai 20.000 mAh ini, Samsung berupaya mengejar ketertinggalan dan mungkin berambisi melampaui pesaing. Langkah ini menunjukkan fokus perusahaan pada inovasi dan pengembangan produk yang berdaya saing tinggi.

Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Samsung Kembangkan Baterai Smartphone Kapasitas 20.000 mAh dengan Teknologi Silicon-Carbon

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!