Keluhan Guru Honorer Terungkap dalam Rapat DPR: Tantangan dan Harapan
Guru honorer, Indah Permata Sari, mengungkapkan berbagai keluhan mengenai kesejahteraan yang tidak memadai dalam sebuah rapat di DPR. Suasana emosional terbangun saat ia menceritakan pengalamannya sebagai pendidik yang merasa terabaikan.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Kejadian ini berlangsung di ruang rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR di Jakarta, di mana para guru honorer menyampaikan kesulitan mereka dalam memenuhi persyaratan administrasi yang diperlukan untuk menjadi pegawai pemerintah.
Indah Permata Sari, seorang guru honorer dari SDN Wanasari 01 Cibitung, menghadiri rapat yang diadakan oleh Baleg DPR. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa data dirinya tidak sesuai, terdaftar di nomor 265 meskipun ia telah memenuhi syarat kerja.
Ketua Baleg DPR, Bob Hasan, mempertanyakan batasan pengertian data pendidikan yang merujuk pada Dapodik. Indah kemudian menjelaskan, "Dapodik, Pak," yang menekankan kesulitan yang dihadapinya dalam pendaftaran sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K).
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Indah menceritakan betapa ketidakterdata dalam sistem Dapodik telah menyulitkannya mendapatkan informasi penting terkait pendaftaran P3K. Situasi ini membuat banyak guru honorer merasa tersisih dan terancam oleh ketidakpastian dalam pekerjaan mereka.
"Susah sekali, Pak, kadang informasi yang turun dari dinas ke sekolah tidak menyeluruh, Pak, jadinya kita ketinggalan info," ungkapnya, menunjukkan kekecewaan atas kurangnya transparansi dalam komunikasi antara dinas pendidikan dengan para pendidik.
Dalam saat yang mengharukan, Indah menyatakan kesedihannya mengenai kondisi kesejahteraan yang rendah. Ia menggambarkan kehidupannya yang harus membagi waktu antara mengajar dan bekerja sebagai pengantar laundry, sebuah situasi yang menambah beban emosional.
"Karena saya juga, seperti yang tadi bapak bilang, pulang mengajar jadi antar jemput laundry, Pak," tambahnya sambil menahan air mata, menyerukan perhatian lebih dari pemerintah dan masyarakat terhadap nasib guru honorer.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: