Penurunan Harga Emas Dipicu Koreksi dan Ketidakpastian Geopolitik
Harga emas mengalami penurunan signifikan pada penutupan perdagangan di New York, dengan penurunan mencapai 3,15 persen atau 163,65 poin, membuat harga kini berada di level USD 4.730,58 per troy ounce.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Data dari Bloomberg menunjukkan bahwa harga emas bervariasi dalam rentang USD 4.586,44 hingga USD 4.885,01 sepanjang hari perdagangan tersebut.
Penurunan harga emas saat ini merupakan hasil dari koreksi setelah tahun-tahun berturut-turut mengalami kenaikan yang cukup pesat. Lonjakan harga sebelumnya didorong oleh pembelian besar-besaran oleh bank sentral yang menggantikan dolar AS dengan emas.
Investasi yang lebih besar di pasar emas sebagai aset aman ketika mata uang mengalami kelemahan juga turut berkontribusi terhadap situasi ini. Oleh karena itu, penurunan harga ini membuat banyak investor mulai mengevaluasi kembali strategi investasi mereka.
Belakangan ini, aktivitas spekulatif yang meningkat dari China berkontribusi terhadap kenaikan harga emas, namun kini tren mulai menunjukkan tanda-tanda stabilisasi serta konsolidasi.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Kekhawatiran mengenai independensi The Federal Reserve (The Fed) serta berbagai konflik geopolitik, termasuk di Venezuela dan Iran, turut mempengaruhi pasar emas. Emas kemudian dianggap sebagai simbol meningkatnya ketidakpercayaan terhadap mata uang AS.
Jay Hatfield, Kepala Investasi di hedge fund Infrastructure Capital Advisors, menjelaskan, "Sekitar tiga atau empat minggu lalu kami telah mengidentifikasi bahwa ini berubah menjadi perdagangan momentum, bukan perdagangan fundamental."
Ketidakpastian di pasar menciptakan pengalihan minat para investor untuk mencari aset aman melalui logam mulia, yang memperlihatkan demam pembelian di pasar emas.
Di sisi lain, pasar perak menunjukkan pergerakan harga yang lebih dramatis dibandingkan emas, dengan volume perdagangan tahunan mencapai USD 98 miliar. Sementara pasar emas mencatatkan nilai total USD 787 miliar, menunjukkan ukuran pasar perak yang jauh lebih kecil.
Pada hari Jumat, iShares Silver Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung oleh perak, melaporkan volume perdagangan melebihi USD 40 miliar, menunjukkan antusiasme investor yang tinggi.
Sperzel dari Heraeus mengungkapkan, "Untuk ukuran batangan tertentu, stok sudah habis terjual beberapa minggu sebelumnya, namun orang-orang tetap membelinya."
Baca juga: Alexander Isak Resmi Bergabung dengan Liverpool di Bursa Transfer Musim Panas 2025
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: