Prabowo Subianto Menyoroti Kebersihan Bali untuk Daya Tarik Pariwisata
Presiden Prabowo Subianto menekankan urgensi kebersihan Bali sebagai langkah strategis dalam meningkatkan sektor pariwisata yang vital bagi perekonomian Indonesia.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah tahun 2026 di Bogor, Prabowo mengungkapkan keprihatinan terhadap timbunan sampah yang mencemari pantai-pantai di Bali.
Prabowo menjelaskan bahwa pariwisata adalah sektor yang memberikan banyak lapangan kerja sekaligus mudah untuk dikembangkan, tetapi menghadapi tantangan serius terkait masalah kebersihan.
Ia bahkan menyatakan, "Indonesia indah, dia mau datang, lihat kumuh. Dia mau ke Bali, pantai Bali kotor," menggambarkan dampak negatif dari kondisi kotor pada citra pariwisata di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membagikan pengalamannya saat bertemu dengan para tokoh luar negeri yang mengeluhkan kebersihan Bali, "Your excellency, I just came from Bali. Bali so dirty now. Bali not nice."
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Prabowo mengajak para pemimpin daerah untuk berkolaborasi dalam menyelesaikan masalah kebersihan, menekankan pentingnya pengelolaan kebersihan di tempat-tempat umum dan pendidikan.
Dokumentasi kondisi sampah di pantai Bali pada Desember 2025 menjadi sorotan, "Ini pantai Bali, bagaimana turis mau datang ke situ lihat sampah?" ujarnya, menyerukan semua pihak untuk lebih peduli.
Ia juga mengusulkan metode pelibatan masyarakat melalui kegiatan kerja bakti, menyatakan, "Apa salahnya kalau bupati dan gubernur tidak bisa saya perintah, dandim, danrem, saya perintahkan kau gerakkan anak buahmu korve (kerja bakti)."
Prabowo menekankan perlunya pemerintah daerah lebih proaktif dalam menciptakan program yang mendorong kepedulian lingkungan dan kebersihan.
Ia berpendapat, program-program semacam itu tidak hanya akan menarik wisatawan, tetapi juga meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Ditegaskannya, "Kepolisian, kerahkan, korve, korve, korve," mendesak semua elemen untuk terlibat dalam menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: