Kategori Berita
Kamis, 29 JANUARI 2026 • 20:30 WIB

Aspek Psikologis Perbandingan Diri dengan Orang Lain dalam Kehidupan Manusia

Aspek Psikologis Perbandingan Diri dengan Orang Lain dalam Kehidupan ManusiaAspek Psikologis Perbandingan Diri dengan Orang Lain dalam Kehidupan Manusia

Perbandingan diri dengan orang lain merupakan suatu perilaku yang lazim terjadi dalam masyarakat. Kebiasaan ini sering kali dipengaruhi oleh faktor psikologis dan lingkungan sosial yang ada di sekitar individu.

Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik

Dampaknya bisa bervariasi, mulai dari meningkatkan motivasi hingga menimbulkan rasa tidak puas. Penelitian menunjukkan bahwa perilaku ini dapat memengaruhi kesehatan mental serta kebahagiaan individu.

Pengertian Perbandingan Sosial

Perbandingan sosial adalah proses di mana individu menilai diri mereka dengan membandingkan dengan orang lain. Proses ini dapat terjadi dalam berbagai konteks seperti pencapaian karier, penampilan fisik, atau gaya hidup.

Teori perbandingan sosial berakar pada pemikiran Leon Festinger yang diperkenalkan sejak tahun 1954. Menurut Festinger, individu secara alami memiliki kebutuhan untuk mengevaluasi diri, sehingga perbandingan dengan orang lain menjadi hal yang tak terhindarkan.

Baca juga: Pelanggaran Hak Asasi Manusia dalam Kasus Kematian Pengemudi Ojek Online

Faktor Penyebab Perbandingan Diri

Salah satu penyebab utama perilaku ini adalah dorongan untuk menilai terhadap posisi individu dalam masyarakat. Informasi yang beredar di media sosial memperkuat kecenderungan ini, di mana banyak orang menunjukkan pencapaian yang mungkin tidak realistis.

Lingkungan sosial, seperti kelompok teman yang kompetitif, juga memiliki andil besar. Dalam konteks ini, individu cenderung lebih merasa perlu untuk selalu membandingkan diri dengan orang lain demi mempertahankan status sosial mereka.

Dampak Perbandingan Sosial

Tindakan membandingkan diri dengan orang lain bisa memberikan dampak yang beragam. Di satu sisi, perbandingan ini bisa menjadi pendorong untuk mencapai prestasi yang lebih baik, namun di sisi lain, dapat menimbulkan stres dan ketidakpuasan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa individu yang kerap melakukan perbandingan sosial umumnya mengalami tingkat kebahagiaan lebih rendah. Hal ini disebabkan oleh fokus pada apa yang tidak mereka miliki, alih-alih bersyukur atas pencapaian yang sudah diraih.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Aspek Psikologis Perbandingan Diri dengan Orang Lain dalam Kehidupan Manusia

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!