Kanselir Jerman: Era Rezim Iran Menuju Akhir
Kanselir Jerman, Friedrich Merz, menyampaikan bahwa rezim di Iran kini berada dalam fase kritis dan waktunya semakin terbatas.
Baca juga: Kemenperin Konfirmasi iPhone 17 Belum Ajukan Izin Penjualan di Indonesia
Pernyataan ini berkaitan dengan ancaman serangan militer dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, terkait penanganan pemerintah Iran terhadap demonstran.
Dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Rumania, Ilie Bolojan, Friedrich Merz mengungkapkan, "Rezim yang hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui kekerasan dan teror terhadap penduduknya sendiri: hari-harinya sudah dihitung."
Kanselir Jerman itu menegaskan bahwa "Mungkin hanya beberapa minggu lagi, tetapi rezim ini tidak memiliki legitimasi untuk memerintah negara," menyoroti kondisi di Iran saat ini.
Ia merujuk pada serangkaian demonstrasi baru-baru ini yang diwarnai laporan tinggi jumlah korban, mencerminkan ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Kelompok hak asasi manusia, Human Rights Activists News Agency (HRANA), melaporkan bahwa lebih dari 6.200 kematian telah diverifikasi dalam gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang berlangsung sejak akhir Desember tahun lalu.
Aktivis hak asasi manusia mengatakan bahwa jumlah korban sebenarnya mungkin jauh lebih tinggi, khususnya akibat pemadaman internet yang menghalangi konfirmasi informasi.
Merz juga menegaskan, "Jumlah korban tewas yang dilaporkan mencapai ribuan selama demonstrasi baru-baru ini menunjukkan bahwa rezim mullah tampaknya hanya dapat mempertahankan kekuasaan melalui teror semata."
Dalam pernyataan lebih lanjut, Kanselir Jerman mendukung upaya Italia dan negara-negara Eropa lainnya untuk mengklasifikasikan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) sebagai organisasi teroris.
"Saya sangat menyesal bahwa masih ada satu atau dua negara di Uni Eropa yang belum siap untuk mendukung penetapan tersebut," ujar Merz, menekankan pentingnya tindakan tersebut.
Di sisi lain, Presiden Trump terus meningkatkan tekanan dengan pernyataan bahwa, "waktu hampir habis bagi Iran untuk menghindari intervensi militer AS."
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: