Kategori Berita
Selasa, 27 JANUARI 2026 • 21:53 WIB

Memahami Longsor: Risiko, Tanda, dan Upaya Mitigasi yang Diperlukan

Memahami Longsor: Risiko, Tanda, dan Upaya Mitigasi yang DiperlukanMemahami Longsor: Risiko, Tanda, dan Upaya Mitigasi yang Diperlukan

Longsor merupakan fenomena geologis yang dapat mengancam keselamatan dan infrastruktur, terutama di daerah rawan bencana. Dengan adanya peningkatan curah hujan di beberapa wilayah di Indonesia, penting bagi masyarakat untuk memahami penyebab dan ciri-ciri longsor agar dapat mengambil langkah pencegahan yang efektif.

Baca juga: Novak Djokovic Melangkah ke Semifinal US Open 2025 Setelah Mengalahkan Taylor Fritz

Penyebab Longsor

Longsor dapat dipicu oleh berbagai faktor, tetapi ada tiga penyebab utama yang sering ditemukan, yaitu curah hujan yang tinggi, kondisi tanah yang tidak stabil, dan aktivitas manusia. Ketika hujan deras mengguyur suatu area, tanah akan jenuh dengan air, meningkatkan bobotnya dan mengakibatkan tanah bergerak.

Faktor manusia seperti penebangan hutan dan pembangunan infrastruktur yang tidak sesuai juga berkontribusi pada peningkatan risiko longsor. Dalam banyak kasus, pergerakan tanah ini dapat dipicu oleh komposisi batuan atau jenis tanah yang ada di tempat tersebut.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyatakan, “Longsor sangat marak terjadi di daerah dengan kemiringan di atas 30 derajat, terutama setelah hujan lebat.” Pernyataan ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga kestabilan lingkungan agar tidak terjadi bencana yang merugikan.

Ciri-Ciri Longsor

Ada sejumlah tanda yang bisa dijadikan acuan untuk mengenali potensi terjadinya longsor. Beberapa indikator mencakup retakan pada tanah atau jalan, serta suara gemuruh yang muncul dari dalam tanah.

Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas

Selain itu, jika terdapat gerakan tanah atau batu secara perlahan, hal itu dapat menjadi pertanda pergerakan tanah yang lebih besar akan segera terjadi. “Perubahan warna tanah atau munculnya air dari tanah juga bisa menjadi indikasi adanya longsor yang akan terjadi,” jelas seorang ahli geologi.

Dengan mengetahui tanda-tanda ini, masyarakat yang tinggal di daerah rawan longsor dapat lebih waspada dan siap menghadapi kondisi cuaca ekstrem.

Cara Menghindari Longsor

Menghindari bencana longsor memerlukan langkah proaktif dari semua pihak. Salah satu cara efektif adalah melalui reboisasi, yang dapat memperkuat akar tanaman dan mengurangi risiko pergerakan tanah.

Pembangunan infrastruktur sebaiknya juga dilakukan dengan mempertimbangkan potensi risiko longsor di suatu area. “Selain itu, pemerintah daerah harus menyiapkan jalur evakuasi dan memberi informasi tentang daerah-daerah yang berisiko,” ungkap seorang perencana kota.

Penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan aktivitas yang aman di daerah rawan, terutama saat musim hujan. Penyuluhan mengenai longsor oleh pihak berwenang sangat penting agar informasi mengenai pencegahan dan mitigasi dapat dirasakan oleh semua orang.

Baca juga: Sherina Munaf Selamatkan Kucing dari Rumah Uya Kuya Pasca Insiden Perampokan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Memahami Longsor: Risiko, Tanda, dan Upaya Mitigasi yang Diperlukan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!