Peran Golf dalam Negosiasi Bisnis Minyak: Pengalaman Basuki Tjahaja Purnama di Pertamina
Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal sebagai Ahok, mengungkapkan pentingnya lapangan golf dalam konteks negosiasi bisnis minyak di persidangan kasus dugaan korupsi di Jakarta Pusat.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia untuk Memperkuat Timnas
Pernyataan tersebut mencakup refleksi mengenai perjalanan karirnya di Pertamina dan bagaimana olahraga golf berperan dalam hubungan bisnis internasional.
Dalam persidangan yang berlangsung, Ahok menceritakan pengalamannya di Dewan Komisaris Pertamina, terutama mengenai pengaruh golf dalam negosiasi dengan petinggi minyak internasional.
Ia menjelaskan, meskipun awalnya menolak olahraga ini, Ahok akhirnya menyadari betapa efektifnya negosiasi yang dilakukan di lapangan golf.
Jaksa penuntut umum menanggapi pernyataannya dengan menyoroti pentingnya memahami budaya bermain golf di kalangan eksekutif minyak.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Ahok menegaskan keuntungan finansial dari melakukan negosiasi di lapangan golf dibandingkan tempat lain, seperti klub malam.
Ia mengungkapkan, "Semua orang minyak dari Amerika, Chevron, Exxon ngajak main golf terus," yang menggambarkan kultur bisnis yang berkembang di kalangan para pejabat.
Dengan demikian, ia merasa perlu menguasai olahraga ini demi mencapai kesepakatan yang lebih baik dalam bisnis.
Dalam kesempatan tersebut, Ahok juga menjelaskan tentang kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kerry Adrianto Riza, yang diduga memperkaya diri hingga Rp3,07 triliun.
Kasus ini melibatkan 17 tersangka lainnya yang total merugikan negara hingga mencapai Rp285,18 triliun.
Saat ini, Riza Chalid masih dalam pihak berwenang sebagai buronan dan masuk dalam daftar pencarian orang.
Baca juga: Adrian Wibowo, Pemain Campuran Pertama dari Indonesia di Major League Soccer
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: