Kategori Berita
Selasa, 27 JANUARI 2026 • 17:13 WIB

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026 Berpotensi Kontradiktif bagi FIFA

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026 Berpotensi Kontradiktif bagi FIFAAncaman Boikot Piala Dunia 2026 Berpotensi Kontradiktif bagi FIFA

Piala Dunia 2026 dihadapkan pada ancaman serius akibat desakan boikot dari sejumlah negara terkait status tuan rumah Amerika Serikat. Jika turnamen dibatalkan, hal ini berpotensi menyebabkan kerugian besar bagi FIFA.

Baca juga: Pihak Unisba dan Unpas Bantah Keterlibatan TNI-Polri di Kampus Saat Kericuhan

Belakangan terlihat dukungan dari negara-negara dengan tradisi sepak bola kuat seperti Jerman, Inggris, dan Spanyol yang mengancam untuk tidak berpartisipasi dalam acara ini. Ketegangan politik yang berkembang memperburuk situasi dan memperkuat seruan untuk mempertimbangkan ulang status tuan rumah.

Desakan Boikot yang Menguat

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan tuan rumah bersama Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Namun, desakan dari Jerman untuk meninjau kembali status tuan rumah Amerika Serikat semakin menguat seiring meningkatnya ketegangan diplomatik.

Desakan ini dipicu oleh pernyataan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang dianggap kontroversial oleh banyak negara. Tindak lanjutnya melibatkan dukungan dari Inggris, Spanyol, dan Skotlandia yang juga menyuarakan ancaman serupa terkait keikutsertaan mereka.

Baca juga: Perekrutan Kiper Baru oleh Manchester United dan Manchester City Jelang Penutupan Bursa Transfer

Potensi Kerugian bagi FIFA

Rob Wilson, seorang pakar keuangan sepak bola, menjelaskan bahwa pembatalan Piala Dunia berpotensi memicu kebangkrutan bagi FIFA. 'Biaya bukanlah masalah besar. Yang menjadi masalah adalah kontrak, logistik, pengaturan keamanan, infrastruktur siaran, dan semua hal legal yang akan muncul,' ungkapnya.

Wilson memperkirakan anggaran keseluruhan untuk Piala Dunia bisa mencapai 4 miliar dolar AS, dengan setiap kota penyelenggara diharapkan mengeluarkan hingga 250 juta dolar AS untuk berbagai aspek pendukung acara, termasuk kesiapan fasilitas dan keamanan.

Risiko dan Dampak Lanjutan

Jika pembatalan terjadi, FIFA dan pemangku kepentingan lainnya akan mengalami kehilangan pendapatan dari banyak sumber, termasuk dari sponsor hingga sektor pariwisata. 'Ada penyiar, sponsor, stadion, infrastruktur yang sedang dibangun,' tambah Wilson.

Selain kehilangan pendapatan, pemindahan tuan rumah dianggap dapat mengakibatkan gugatan ganti rugi besar mengingat banyak penggemar telah membayar untuk perjalanan dan akomodasi mereka. 'Semua orang akan ingin mengajukan klaim atas kerugian jika Piala Dunia dipindahkan,' pungkas Wilson.

Baca juga: Presiden Prabowo Instruksikan Kenaikan Pangkat untuk Polisi Terluka dalam Demonstrasi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Ancaman Boikot Piala Dunia 2026 Berpotensi Kontradiktif bagi FIFA

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!