Perjanjian Pranikah Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz Menimbulkan Kekhawatiran di Keluarga Beckham
Perjanjian pranikah antara Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz kini mencuat ke permukaan, mengundang perhatian publik dan media setelah laporan terungkap.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Dokumen tersebut menyiratkan potensi terasingnya Brooklyn dari keluarganya sendiri, terutama terkait dampak sosial dan finansial jika terjadi perpisahan.
Menurut informasi yang diterbitkan oleh Daily Mail, Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz menandatangani perjanjian pranikah untuk melindungi keuangan masing-masing. Hal ini terlihat sebagai langkah strategis mengingat perbedaan signifikan dalam kekayaan keluarga mereka.
Ayah Nicola, Nelson Peltz, memiliki kekayaan yang mencapai USD 1,7 miliar, sementara Brooklyn hanya memiliki kekayaan sekitar USD 10 juta. Di sisi lain, Nicola sendiri diperkirakan memiliki sekitar USD 50 juta dari karier modeling dan aktingnya.
Dari total kekayaan yang dimiliki David dan Victoria Beckham yang mencapai USD 450 juta, perjanjian ini dinilai krusial untuk negosiasi aset dan harta benda dalam hubungan mereka.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Isi perjanjian yang ditandatangani Brooklyn pada tahun 2022 menyatakan bahwa dia tidak akan memiliki hak atas kekayaan keluarga Peltz. Dia hanya berhak atas setengah dari pendapatan yang mereka peroleh sebagai pasangan.
Kondisi ini menciptakan kekhawatiran di kalangan orang tua Brooklyn, terutama karena potensi terasing dari keluarga mertuanya. Sumber yang dekat dengan keluarga menyatakan, 'Kekhawatiran yang muncul adalah bahwa ia telah sepenuhnya terserap ke dalam keluarga Peltz dan menjadi terasing dari orang lain.'
Ketakutan lebih mendalam muncul mengenai kemungkinan perpisahan yang bisa terjadi, yang dapat menyebabkan Brooklyn menghadapi isolasi sosial dan finansial yang signifikan.
Brooklyn juga mengungkapkan kritik terhadap orang tuanya, David dan Victoria Beckham, menilai bahwa mereka berusaha merusak hubungannya dengan Nicola. Menurutnya, orang tuanya lebih memprioritaskan citra publik dibandingkan kebahagiaan pribadi.
Dia mengatakan, 'Sepanjang hidup saya, orang tua saya telah mengendalikan narasi di media tentang keluarga kami.' Hal ini menunjukkan ketidakpuasan yang mendalam dan menambah tekanan pada hubungan Brooklyn dengan Nicola.
Pernyataan ini tidak hanya memengaruhi dinamis keluarga Beckham, namun juga menciptakan ketegangan lebih lanjut antara keluarga Beckham dan Peltz.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: