Kapolri Tegaskan Posisi Polri Harus Tetap di Bawah Presiden
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa dirinya pernah ditawari untuk menjabat Menteri Kepolisian dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR. Dia menegaskan bahwa posisi Polri harus tetap berada di bawah kepemimpinan Presiden, yang dijadikannya sebagai prinsip tetap untuk institusi kepolisian.
Baca juga: Kunjungan Singkat Prabowo Subianto ke China: Menandai Perayaan 80 Tahun Kemenangan Perang
Dalam rapat tersebut, Listyo menekankan bahwa perubahan struktur Polri menjadi bagian dari kementerian tidak seharusnya diabaikan. Dia menjelaskan bahwa meskipun ada kritik dan saran, integritas dan tugas Polri yang telah ditetapkan harus tetap dipertahankan.
Wacana untuk mengubah posisi Polri menjadi bagian dari kementerian diungkapkan dalam rapat kerja dengan Komisi III DPR. Listyo Sigit menyatakan bahwa tawaran ini diterima melalui pesan singkat, meskipun identitas pengirim tidak diungkapkan.
Ia mengingatkan bahwa diskusi mengenai penempatan Polri di bawah kementerian harus diperlakukan serius. Listyo berkomitmen untuk menjaga independensi institusi kepolisian tanpa terafiliasi dengan kementerian manapun.
Listyo juga menyampaikan kritik dan masukan mengenai wacana ini diterima dari berbagai pihak, dan perubahan semacam ini harus dipertimbangkan dengan matang.
Baca juga: Presiden Prabowo Subianto Tetap Melanjutkan Perjalanan ke China
Dalam rapat tersebut, Listyo menegaskan posisi Polri di bawah Presiden sebagai 'harga mati'. Dia memberi instruksi kepada seluruh jajaran Polri untuk memperjuangkan posisi tersebut agar tetap terjaga.
Sikap tegas ini disampaikan dengan jelas saat Listyo mengungkapkan kesiapan untuk mundur dari jabatannya jika perubahan struktur ini diterapkan. Ia mengatakan, “Saya menolak polisi di bawah kementerian.”
Pernyataan ini mendapat perhatian khusus dari anggota DPR, yang mencerminkan komitmennya untuk menjaga integritas dan independensi Polri.
Listyo Sigit lebih lanjut menekankan bahwa jika posisinya sebagai Kapolri harus diubah menjadi menteri kepolisian, ia lebih memilih menjadi petani. Hal ini menunjukkan sikapnya yang kuat tentang pentingnya posisi Polri di bawah Presiden.
Ia menegaskan, “Kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,” mencerminkan komitmennya untuk melindungi institusi kepolisian agar tetap independen.
Pernyataan ini menimbulkan simpati dari anggota DPR yang hadir, menunjukkan dedikasinya dalam melindungi dan melayani masyarakat.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: