Kejadian Pemadaman Listrik di Nuuk di Tengah Ketegangan dengan AS
Ibu kota Greenland, Nuuk, mengalami pemadaman listrik yang mendadak di saat meningkatnya ketegangan internasional akibat ancaman pencaplokan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Peristiwa ini berlangsung pada Sabtu, 24 Januari, sekitar pukul 22.30 waktu setempat, menyusul adanya angin kencang yang melanda pembangkit listrik setempat.
Menurut laporan dari surat kabar lokal, Sermitsiaq, insiden pemadaman listrik ini disebabkan oleh 'kesalahan jalur pada saluran transmisi' di pembangkit listrik tenaga air Buksefjord yang terdampak oleh angin kencang.
Perusahaan listrik Greenland menyampaikan melalui media sosial bahwa mereka tengah berupaya memulihkan aliran listrik dengan menggunakan pembangkit listrik darurat.
Informasi terbaru menyebutkan bahwa masalah ini juga mengganggu pasokan air di beberapa daerah serta konektivitas internet bagi masyarakat.
Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat
Setelah pemadaman terjadi, proses pemulihan listrik berlangsung dan dilaporkan bahwa aliran listrik telah kembali beroperasi sekitar 75 persen pada Minggu pagi, 25 Januari, setelah pukul 03.30.
Perusahaan listrik juga mengeluarkan imbauan kepada masyarakat untuk menghemat daya karena pemulihan total masih berlangsung.
Pemerintah Greenland segera merilis peringatan kesiapsiagaan bencana, yang meminta warganya untuk menyimpan cadangan air, makanan, dan alat komunikasi alternatif untuk bertahan hidup setidaknya selama lima hari.
Insiden pemadaman listrik ini terjadi di tengah ancaman pencaplokan Greenland oleh Presiden Trump, yang telah memerintahkan pengiriman pesawat militer ke pangkalan Washington di pulau tersebut.
Badan Pertahanan Udara Amerika Utara (NORAD) melaporkan bahwa pengerahan pesawat tersebut sudah direncanakan sebelumnya dan akan segera tiba di wilayah Greenland.
Trump menegaskan bahwa pulau yang kaya mineral ini memiliki peran penting dalam keamanan nasional AS dan memperingatkan bahwa jika AS tidak mengambil langkah strategis, Rusia dan China berpotensi akan menguasai wilayah tersebut.
Baca juga: Kunto Aji Ungkap Tanggung Jawab Anggota DPR dan Keresahan Sosial
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: