Kategori Berita
Minggu, 25 JANUARI 2026 • 14:07 WIB

Faktor Pemindahan Kader NasDem ke PSI: Pengaruh Ahmad Ali dan Ketokohan Nasional

Faktor Pemindahan Kader NasDem ke PSI: Pengaruh Ahmad Ali dan Ketokohan NasionalFaktor Pemindahan Kader NasDem ke PSI: Pengaruh Ahmad Ali dan Ketokohan Nasional

Ketua DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Bestari Barus, menginformasikan bahwa sejumlah kader dari Partai NasDem memilih untuk bergabung dengan PSI. Alasan utama di balik keputusan ini terletak pada sosok Ahmad Ali yang dianggap sebagai tokoh senior berpengaruh.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Selain Ahmad Ali, ketokohan Joko Widodo sebagai Presiden Republik Indonesia juga menjadi faktor penting dalam menarik minat kader NasDem untuk berpindah. Bestari mengakui bahwa faktor-faktor tersebut berkontribusi pada pendaftaran kader baru di partai yang dipimpinnya.

Peran Ahmad Ali dalam Menarik Kader

Bestari Barus menekankan bahwa Ahmad Ali memiliki pengaruh signifikan di partai. Ia mengungkapkan, "Kalau memang terlihat, saya tidak menafikan bahwa NasDem cukup banyak ya, mayoritas lah. Ya salah satu penariknya mungkin ya dengan bergabungnya Pak Ahmad Ali kali ya ke PSI, gitu."

Pengaruh Ahmad Ali tidak hanya berdampak pada kader NasDem, tetapi juga kepada banyak pihak lain yang merasa nyaman dengan kepemimpinannya. "Saya tidak mengatakan hanya NasDem, tapi banyak pihak… mungkin kalau bergabung melihat adanya kenyamanan ke depan gitu bersama dengan Pak Ahmad Ali," tambah Bestari.

Ahmad Ali, sebagai Ketua Harian PSI, dianggap telah memberi kontribusi besar dalam membangun kepercayaan bagi kader baru. Ini menciptakan keinginan yang kuat bagi anggota lain untuk bergabung dengan PSI.

Baca juga: Manchester United Resmi Rekrut Kiper Senne Lammens dari Royal Antwerp

Alasan Lain Kader Bergabung dengan PSI

Selain faktor Ahmad Ali, Bestari juga menyoroti ketokohan Joko Widodo sebagai salah satu alasan banyak kader yang berpindah ke PSI. "Dan mudah-mudahan kami berharap ya kalau dikaitkan juga dengan Rusdi Masse… banyak yang memilih PSI," ujar Bestari menjelaskan.

Harapan Bestari adalah agar semakin banyak tokoh-tokoh besar dari partai lain yang mengikuti jejak kader yang sebelumnya berpindah. Ia menekankan, "Harapan kami. Kalau sekelas Rusdi Masse saja nanti pindah, nanti pindah ya, nanti pindah… dari banyak partai."

Ini menunjukkan bahwa PSI berpotensi menjadi pilihan baru bagi kader dari berbagai latar belakang dan partai politik, khususnya menjelang pemilu yang semakin dekat.

Proses Bergabungnya Kader ke PSI

Bestari Barus menyatakan bahwa setiap kader memiliki hak untuk bergabung dan keputusan tersebut tidak dapat diintervensi oleh pihak manapun. "Kan saya sudah pernah sebutkan ya bahwa bergabung, tidak bergabung, berpindah dari satu partai politik itu murni adalah hak privat," jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya legitimasi politik bagi kader baru yang ingin bergabung dengan PSI. "Selama dua kongres, saya tidak pernah ada di dalam kepengurusan sehingga saya mencari legitimasi atas hasrat politik saya yang masih tinggi," ujar Bestari menambahkan.

Legitimasi ini menjadi pertimbangan utama bagi kader yang ingin berpartisipasi dalam politik melalui PSI, sementara Bestari berharap banyak yang mengambil langkah serupa di masa mendatang.

Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Faktor Pemindahan Kader NasDem ke PSI: Pengaruh Ahmad Ali dan Ketokohan Nasional

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!