Lebam di Tangan Donald Trump: Dampak Penggunaan Aspirin Tinggi dan Penjelasan Resmi
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengonfirmasi kemunculan lebam di tangan kirinya setelah menghadiri Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss. Ia menjelaskan bahwa lebam itu disebabkan oleh tangannya yang terbentur meja saat acara penandatanganan dokumen.
Baca juga: Dolby Vision 2: Inovasi Teknologi Visual Berbasis Kecerdasan Buatan
Dalam wawancara di atas pesawat Air Force One, Trump juga menyatakan bahwa konsumsi rutin aspirin dosis tinggi berkontribusi terhadap kondisi tersebut. Meskipun dokter menyatakan kesehatan Trump baik, ia memilih untuk tetap mengonsumsi aspirin dalam dosis lebih besar.
Dalam keterangan pers, Trump menjelaskan bahwa lebam di tangannya merupakan hasil dari benturan fisik yang dialaminya. Ia mengungkapkan, "Saya minum aspirin dosis besar (the big aspirin)," untuk menjelaskan mengapa lebam tersebut terlihat lebih mencolok.
Trump juga memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai aman tidaknya penggunaan aspirin. "Orang-orang bilang minumlah aspirin jika Anda sayang dengan jantung Anda, tapi jangan minum aspirin jika Anda tidak mau mengalami sedikit lebam," ujarnya, menunjukkan dampak dari konsumsi obat tersebut.
Baca juga: Menciptakan Suasana Nyaman di Kamar Kecil
Presiden Trump mengungkapkan bahwa dirinya mengonsumsi 325 miligram aspirin sehari, jumlah yang jauh lebih tinggi daripada dosis standar yang direkomendasikan sekitar 81 miligram untuk pencegahan serangan jantung. Dr. Sean Barbabella, dokter kepresidenan, memastikan bahwa kesehatan Trump dalam kondisi baik.
Meski begitu, Trump tetap melanjutkan kebiasaannya dalam mengonsumsi aspirin. "Saya tidak mau ambil risiko," tegasnya, menunjukkan keputusannya untuk tetap mengikuti rutinitas tersebut meskipun terdapat rekomendasi dari tim medis.
Kemunculan lebam di tangan Trump bukanlah hal baru. Sebelumnya, ia sering terlihat menggunakan makeup tebal dan perban untuk menutupi luka yang ada di tangan kanan, yang memunculkan spekulasi mengenai kondisi kesehatannya di kalangan masyarakat.
Pihak Gedung Putih dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada kondisi medis yang serius terkait dengan lebam tersebut. Mereka menjelaskan bahwa penyebab utama dari lebam itu semata-mata adalah benturan fisik yang terjadi di Davos.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: