Bendung Katulampa Masuk Status Siaga III Akibat Hujan Deras di Puncak Bogor
Hujan deras yang melanda kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat, menyebabkan tingkat muka air Sungai Ciliwung meningkat, sehingga Bendung Katulampa berstatus Siaga III.
Baca juga: Penghentian Tunjangan Perumahan Anggota DPR: Tanggapan dan Komitmen Reformasi
Kenaikan tinggi muka air terjadi sejak pukul 08.00 WIB dan mencapai 110 cm pada pukul 13.00 WIB, menandakan adanya potensi risiko banjir.
Menurut petugas Bendung Katulampa, Andi Sudirman, tinggi muka air mulai meningkat pada pukul 08.00 WIB dengan ketinggian 60 sentimeter, berstatus Siaga IV.
Kenaikan tinggi muka air berlanjut hingga pukul 10.23 WIB mencapai 80 cm, dan kembali meningkat pada pukul 11.00 WIB menjadi 90 cm, tetap pada status Siaga III hingga pukul 13.00 WIB.
Andi Sudirman mengungkapkan, 'Peningkatan mulai tadi pagi seiring dengan kondisi hujan di kawasan Puncak dan sekitarnya.'
Baca juga: Tragedi Penembakan Staf KBRI di Peru: Zetro Leonardo Purba Meninggal Dunia
Hujan yang terus menerus di kawasan Puncak menjadi faktor utama yang menyebabkan kenaikan tinggi muka air yang signifikan di Sungai Ciliwung.
Data terakhir menunjukkan pada pukul 12.00 WIB, tinggi muka air mencapai 100 cm, dan status masih Siaga III pada pukul 13.00 WIB dengan ketinggian 110 cm.
Andi menambahkan, 'Pukul 12.00 WIB TMA (Ciliwung) 100 Cm, Status Siaga III. (Kemudian) pukul 13.00 WIB TMA 110 Cm, status Siaga III.'
Dengan status Siaga III, pihak berwenang diimbau untuk melakukan pemantauan secara berkala dan menjaga kewaspadaan terhadap kemungkinan risiko banjir.
Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran Sungai Ciliwung diingatkan untuk selalu waspada dan bersiap menghadapi potensi cuaca ekstrem.
Petugas juga mengingatkan pentingnya tindak lanjut terhadap kondisi cuaca guna memastikan keselamatan dan kenyamanan warga.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: