Kategori Berita
Rabu, 21 JANUARI 2026 • 13:28 WIB

KemenHAM Ambil Langkah Tanggapi Kasus Rasisme yang Dialami Pemain Malut United

KemenHAM Ambil Langkah Tanggapi Kasus Rasisme yang Dialami Pemain Malut UnitedKemenHAM Ambil Langkah Tanggapi Kasus Rasisme yang Dialami Pemain Malut United

Kementerian Hak Asasi Manusia (KemenHAM) memanggil PSSI dan I.League pada Selasa, 20 Januari 2026, terkait insiden rasisme yang menimpa pemain Malut United, Yakob Sayuri.

Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis

Pemanggilan ini merupakan respons atas aksi protes yang dilakukan oleh Barisan Trobos Malut United Jabodetabek yang menuntut perlindungan hak asasi.

Latar Belakang Kasus Rasisme

Kasus rasisme yang dialami Yakob Sayuri dan saudaranya, Yance Sayuri, bermula setelah laga antara Malut United dan Persib Bandung pada 14 Desember 2025.

Insiden tersebut terjadi akibat ketegangan antara Yance dan Marc Klok, di mana Yance sempat terlibat dalam situasi yang hampir mengarah pada kekerasan.

Meskipun Yance mengurungkan niat tersebut, video yang merekam insiden itu menjadi viral, yang kemudian memicu serangan cyber berupa rasisme terhadap keduanya.

Baca juga: Kerusuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Dampaknya di Kampus

Respons KemenHAM dan PSSI

Yos Nggarang, Staf Khusus Bidang Pemenuhan HAM Menteri HAM, menekankan bahwa 'Sepakbola seharusnya menjadi wadah perdamaian dan persaudaraan tanpa memandang suku, ras, maupun warna kulit.'

Dia juga menegaskan pentingnya komitmen PSSI dan I.League dalam menyejahterakan nilai-nilai hak asasi manusia, serta mengharapkan pertandingan yang mencerminkan semangat tersebut.

Yos Nggarang menyerukan agar PSSI dan I.League tampil sebagai pelopor dalam melawan rasisme dan tindakan bullying, demi menciptakan lingkungan yang lebih inklusif di ranah sepak bola.

Reaksi dari Malut United dan Publik

Malut United secara resmi mengecam perlakuan tidak menyenangkan yang diterima oleh kedua pemain, dan meminta agar pihak Persib menindak tegas perilaku pendukung mereka.

Reaksi publik yang mengecam tindakan siber yang dialami Yakob dan Yance mengemuka, menandakan kesadaran akan isu ini yang semakin meningkat.

Serangan rasial terhadap kedua pemain ini mencerminkan tantangan signifikan dalam upaya mengatasi rasisme baik di dalam maupun di luar lapangan.

Baca juga: Menemukan Kebahagiaan dalam Hal-Hal Kecil

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

KemenHAM Ambil Langkah Tanggapi Kasus Rasisme yang Dialami Pemain Malut United

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!