Ancaman Tenggelamnya Kota Global Akibat Perubahan Iklim
Perubahan iklim yang signifikan telah memberikan dampak yang mendalam terhadap kota-kota di seluruh dunia, banyak di antaranya kini menghadapi ancaman tenggelam akibat meningkatnya permukaan air laut.
Baca juga: Desta Sebarkan Tuntutan 17+8 Setelah Hujatan Netizen Terkait Pilihan Politik
Dari Venesia di Italia hingga Jakarta di Indonesia, berbagai kota berjuang menghadapi realitas bahwa upaya penyelamatan mungkin telah terlambat.
Meningkatnya suhu bumi sebagai akibat dari perubahan iklim berkontribusi secara langsung pada pencairan es di kutub. Hal ini meningkatkan permukaan air laut secara global dengan cepat.
Menurut laporan panel antar pemerintah tentang perubahan iklim (IPCC), diperkirakan bahwa permukaan laut akan meningkat antara 0,3 hingga 1 meter pada tahun 2100 jika tidak ada tindakan yang diambil untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.
Kenaikan ini tidak hanya mengancam ekosistem pesisir tetapi juga kota-kota besar di dekat pantai, menjadikan mereka rentan terhadap banjir dan tenggelam.
Sebagai contoh, kondisi ini memperburuk risiko bagi banyak kota yang terletak di ribuan kilometer garis pantai.
Venesia, Italia, merupakan salah satu contoh paling jelas kota yang terancam oleh kenaikan air laut. Sebagian besar wilayah Venesia berada di bawah level permukaan laut, dan fenomena 'acqua alta' kini terjadi semakin sering.
Baca juga: Direktur Eksekutif Lokataru Foundation Ditangkap: Tuduhan Provokasi dan Tindakan Anarkis
Di sisi lain, Jakarta, Indonesia, mengalami penurunan tanah hingga 25 sentimeter per tahun, disebabkan oleh ekstraksi air tanah dan tekanan pembangunan infrastruktur.
Kota lain yang juga perlu mendapat perhatian adalah Dhaka di Bangladesh, yang terus berjuang melawan banjir akibat hujan ekstrem, dan Bangkok di Thailand yang tidak kalah parah akibat masalah serupa.
Fenomena ini menyoroti fakta bahwa banyak kota di dunia sedang menghadapi tantangan yang sangat berat dalam hal keberlangsungan tempat tinggal penduduknya.
Sebagai respons terhadap ancaman ini, banyak kota telah mencoba untuk mengimplementasikan solusi seperti pembangunan dinding laut dan sistem drainase yang lebih baik. Namun, upaya ini sering kali terhambat oleh kendala biaya dan keterbatasan teknologi yang ada.
Laporan terbaru menunjukkan bahwa meskipun terdapat investasi dalam infrastruktur, banyak kota masih gagal memperlambat tingkat tenggelamnya wilayah mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: