Gaji ASN Terdampak Bencana Alam di Sumatera Tetap Disalurkan Penuh
Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Rini Widyantini mengumumkan bahwa Aparatur Sipil Negara yang terkena dampak bencana banjir dan longsor di Sumatera akan tetap menerima gaji dan tunjangan secara penuh.
Baca juga: Pimpinan DPR RI Terima Aspirasi Mahasiswa Terkait Demonstrasi dan Tunjangan Anggota
Bencana tersebut telah mengakibatkan kerusakan besar, dengan 1.419 hunian rusak dan sepuluh ASN dilaporkan meninggal dunia.
Menurut laporan dari Menteri Rini, daerah paling parah terdampak adalah Sumatera Utara, diikuti oleh Aceh dan Sumatera Barat. Kerusakan yang dialami termasuk hunian ASN, kendaraan, serta peralatan elektronik.
Sebanyak 1.015 laporan kerusakan di Sumatera Utara, 220 di Aceh, dan 184 di Sumatera Barat mencerminkan dampak bencana yang cukup besar. Rini menggarisbawahi pentingnya dukungan bagi ASN yang mengalami kesulitan.
Dalam rapat kerja dengan Komisi II DPR, Menteri Rini menekankan perlunya perhatian terhadap situasi ini, guna menanggulangi masalah yang dihadapi ASN.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
Sebagai langkah responsif, pemerintah telah melakukan koordinasi dengan Badan Kepegawaian Negara untuk memastikan hak-hak ASN yang terdampak terjamin. Rini memastikan bahwa gaji pokok dan tunjangan bagi mereka akan dibayarkan secara penuh.
Dalam pernyataannya, Rini menegaskan, 'Terkait dengan masalah kita ingin menjamin gaji pokok dan tunjangan tetap dibayarkan.' Komitmen ini menunjukkan perhatian pemerintah dalam mendukung ASN di masa krisis.
Dengan adanya jaminan tersebut, diharapkan ASN dapat merasa tenang dan fokus pada pemulihan pascakejadian bencana.
Rini menjelaskan bahwa ASN yang terdampak juga akan diberikan dispensasi kehadiran serta fleksibilitas dalam pelaksanaan tugas. Penyesuaian capaian kerja dan proses kenaikan pangkat akan disesuaikan sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Lebih lanjut, pemerintah menyiapkan manfaat tambahan untuk keluarga ASN yang meninggal dunia akibat bencana ini. Rini menambahkan, 'Pengolahan kinerja ASN, termasuk juga fleksibilitas dalam dispensasi untuk penyesuaian jam kerja.'
Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan ketenangan bagi ASN dan keluarganya selama masa pemulihan.
Baca juga: Lima Kota Terbaik di Indonesia untuk Liburan Sendirian
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: