Penemuan Alat Pemancar Sinyal pada Pesawat ATR 42-500 yang Jatuh di Pangkep
Tim SAR berhasil menemukan Emergency Locator Transmitter (ELT) dari pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Alat berwarna oranye tersebut sebelumnya keliru diidentifikasi sebagai kotak hitam pesawat.
Danrem 141 Toddopuli, Brigjen TNI Andre Clift Rumbayan, menjelaskan bahwa kesalahan identifikasi ini disebabkan oleh kemiripan antara ELT dan kotak hitam pesawat.
"Setelah dicek kembali dan diteliti, itu ternyata bukan blackbox walaupun warnanya sama (dengan blackbox)," ujarnya kepada wartawan di Posko Tim SAR, Desa Tompobulu.
Andre menambahkan bahwa perangkat tersebut merupakan Emergency Locator Transmitter yang berfungsi sebagai alat pendeteksi radar bagi pesawat.
Baca juga: Google Menanggapi Isu Keamanan Phishing pada Layanan Gmail
Kasi Ops Basarnas Makassar, Andi Sultan, menyampaikan spesifikasi ukuran ELT yang ditemukan adalah sekitar 22 cm x 30 cm.
"Ukurannya untuk ELT, tadi kita sudah lihat sekitar 22 x 30 cm, itu memang terpasang di kepala pesawat," jelas Andi Sultan.
Dia juga mengonfirmasi bahwa alat tersebut ditemukan di bagian depan pesawat, sedangkan kotak hitam biasanya terletak di bagian belakang, menunjukkan perbedaan fungsi antara kedua alat tersebut.
Tim SAR melakukan pencarian dengan menggunakan berbagai peralatan dan metode, dan berhasil menemukan ELT pada malam kejadian jatuhnya pesawat.
Sebelumnya, warga Pangkep turut membantu dalam pencarian meskipun prosesnya sangat menantang, mengingat sulitnya medan di kawasan Gunung Bulusaraung.
Pihak Basarnas dan tim terkait terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengevaluasi situasi serta mengamankan lokasi kejadian.
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: