Kementan Luncurkan Rehabilitasi Lahan Sawah Pascabencana di Sumatera
Kementerian Pertanian (Kementan) memulai program rehabilitasi lahan sawah yang terkena dampak bencana di berbagai wilayah di Sumatera, ditandai dengan event groundbreaking yang dipimpin oleh Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman di Lhokseumawe, Aceh.
Baca juga: Pemecatan Anggota Polri Setelah Kematian Pengemudi Ojek Online
Program ini bertujuan untuk memperbaiki lahan sawah, jaringan irigasi, serta sarana dan prasarana produksi pertanian agar para petani dapat segera kembali berproduksi.
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, menegaskan bahwa tanggung jawab pemulihan sektor pertanian pascabencana ada di tangan negara. "Ini tanggung jawab kami sebagai Menteri Pertanian dan sebagai Kepala Badan Pangan Nasional," ungkapnya saat meninjau area terdampak.
Setelah bencana melanda pada akhir November 2025, Kementan langsung mengambil langkah penanganan darurat. Amran menjelaskan, "Begitu kedengaran ada bencana, kami langsung ke Kementerian Pertanian."
Melalui gerakan solidaritas yang melibatkan pegawai dan mitra, Kementan berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp75 miliar untuk membantu wilayah yang terkena dampak, termasuk dukungan dari Komisi IV DPR. Bantuan pangan juga telah disalurkan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
Baca juga: Keamanan dan Manfaat Lari Malam: Pertimbangan Penting untuk Pelari
Amran mengungkapkan bahwa total kerusakan lahan sawah akibat bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 98.002 hektare. Dari jumlah tersebut, Aceh terdata sebagai daerah dengan kerusakan terluas, yakni 54.233 hektare yang tersebar di 21 kabupaten/kota.
Data mencatat bahwa kerusakan dengan kriteria ringan hingga sedang mencapai 69.240 hektare, yang dibagi menjadi kerusakan ringan dan sedang di berbagai daerah. Di Kabupaten Aceh Utara, kerusakan tercatat seluas 8.237 hektare.
Kementan memprioritaskan rehabilitasi terhadap lahan yang mengalami kerusakan ringan dan sedang, dengan target pengerjaan berdasarkan rencana pada Januari hingga Februari 2026. Di Aceh, target rehabilitasi ditetapkan sebesar 6.530 hektare.
Direktur Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian, Hermanto, mengungkapkan bahwa Kementan telah menyiapkan alokasi anggaran untuk rehabilitasi lahan sawah nasional seluas 10.000 hektare dengan nilai sebesar Rp148,53 miliar. Anggaran ini akan difokuskan untuk menangani lahan yang mengalami kerusakan sedang.
Selain itu, terdapat anggaran optimasi lahan sebesar Rp310 miliar yang dialokasikan untuk rehabilitasi dengan tingkat kerusakan ringan. Kegiatan ini mencakup perapihan pematang dan perbaikan terhadap bangunan irigasi.
Menteri Amran juga menegaskan bahwa semua bantuan yang dijanjikan telah direalisasikan, termasuk pengiriman sarana produksi pertanian. Dengan langkah ini, diharapkan para petani dapat segera melanjutkan aktivitas produksi mereka.
Baca juga: Mengenal Finfluencer dan Peranannya dalam Pendidikan Keuangan
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: