Aktivitas Seismik Meningkat, Gunung Semeru Tetap Dalam Status Siaga
Gunung Semeru yang terletak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menunjukkan aktivitas vulkanik yang signifikan dengan tercatatnya 35 gempa erupsi dalam enam jam terakhir. Badan Geologi mengonfirmasi bahwa status gunung ini berada pada Level III (Siaga) dan mengeluarkan awan panas yang menjangkau sekitar 5.000 meter.
Baca juga: Miliano Jonathans Resmi Menjadi Warga Negara Indonesia, Siap Perkuat Timnas
Keadaan ini memicu perhatian, dengan pelaksana tugas Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menyoroti bahwa awan panas bergerak menuju sektor tenggara ke arah Besuk Kobokan. Perhatian penuh dari masyarakat dan pengunjung sangat diperlukan untuk memastikan keselamatan.
Pada Rabu, 14 Januari 2026, Gunung Semeru mengalami awan panas guguran berulang kali dengan jarak luncur konsisten. Lana Saria menjelaskan bahwa pergerakan awan panas ini diikuti oleh material vulkanik yang mengalir dari puncak.
Keberulangan kejadian ini menunjukkan potensi risiko yang signifikan, terutama bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. "Hal itu ditandai oleh kejadian awan panas guguran yang berulang, terutama mengarah ke sektor tenggara dengan jarak luncur sejauh 5.000 meter dari puncak ke arah Besuk Kobokan," ungkapnya.
Rekaman seismik menunjukkan dominasi aktivitas yang berasal dari gempa letusan, gempa guguran, dan gempa embusan, serta tremor harmonik. Lana Saria menjelaskan bahwa kondisi ini mengindikasikan adanya suplai material dari bawah permukaan gunung.
Baca juga: Aksi Unjuk Rasa Besar-Besaran BEM SI: ‘Indonesia (C)emas’ Digelar pada 2 September 2025
"Gempa-gempa yang terekam mengindikasikan bahwa masih adanya supply dari bawah permukaan Gunung Semeru bersamaan dengan pelepasan material ke permukaan melalui letusan dan hembusan," katanya.
Analisis seismik juga menunjukkan fluktuasi kecepatan yang berarti sistem vulkanik saat ini berada dalam fase relaksasi. Namun, status waspada tetap krusial mengingat potensi meningkatnya tekanan.
Badan Geologi telah mengeluarkan rekomendasi bagi masyarakat untuk keamanan bersama. Dengan status gunung yang berada pada Level III, daerah sekitar memerlukan perhatian ekstra dari pendaki dan pengunjung.
"Masyarakat dan pengunjung dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari Kawah Jonggring Seloko," tegas Badan Geologi.
Di samping itu, mereka juga diingatkan untuk tidak memasuki sektor tenggara sejauh 13 kilometer dari puncak Gunung Semeru, yang bisa meluas hingga 17 kilometer di sepanjang aliran Besuk Kobokan. Lana menambahkan, "Warga juga diimbau mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta lahar di sejumlah aliran sungai yang berhulu di Gunung Semeru."
Baca juga: Calvin Verdonk Dekat dengan Lille, Klub Penuh Prestasi di Prancis
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: