Rencana Gencatan Senjata Gaza Memasuki Tahap Baru
Utusan khusus Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan tahap kedua dari gencatan senjata Gaza pada Rabu lalu. Tahap ini akan memfokuskan perhatian pada demiliterisasi, pemerintahan teknokratis, dan rekonstruksi wilayah Gaza secara menyeluruh.
Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN
Steve Witkoff, utusan khusus AS, menjelaskan, 'Fase Kedua membentuk pemerintahan transisi teknokratis Palestina di Gaza, Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG), dan memulai demiliterisasi dan rekonstruksi Gaza secara penuh, terutama pelucutan senjata semua personel yang tidak sah.'
Pemerintah AS mengharapkan kelompok Hamas untuk mematuhi perjanjian gencatan senjata tersebut, yang mencakup pemulangan sandera yang tersisa.
Witkoff juga menegaskan, 'Kegagalan untuk melakukannya akan membawa konsekuensi serius.'
Banyak kelompok Palestina telah menyatakan dukungan terhadap pembentukan badan pemerintahan transisi untuk Gaza. Mereka berharap langkah ini dapat segera dilaksanakan agar stabilitas dan keteraturan dapat terwujud di wilayah tersebut.
Baca juga: Kericuhan di Bandung: Penembakan Gas Air Mata dan Pemblokiran Jalan
Dukungan ini terungkap setelah sebuah pertemuan di Kairo, yang membahas langkah-langkah segera untuk mengalihkan tanggung jawab pemerintahan di Gaza.
Menurut laporan dari Al-Qahera News, kelompok-kelompok tersebut menekankan pentingnya menciptakan lingkungan yang kondusif agar badan transisi mampu mengelola layanan publik dengan efektif.
Masyarakat Palestina mengklaim bahwa Israel sering kali melanggar gencatan senjata, yang sudah memicu lebih dari 71.000 kematian sejak awal konflik berkepanjangan.
Kementerian Kesehatan mencatat bahwa hampir 450 warga Palestina tewas dan lebih dari 1.200 lainnya menderita luka akibat serangan yang terjadi setelah pernyataan gencatan senjata.
Israel juga menolak untuk membuka penyeberangan Gaza, bahkan setelah adanya resolusi Dewan Keamanan PBB yang menyerukan gencatan senjata permanen serta pengiriman bantuan kemanusiaan ke wilayah tersebut.
Baca juga: Korea Selatan Bersiap Hadapi Indonesia di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: