Kategori Berita
Kamis, 15 JANUARI 2026 • 10:54 WIB

Proses Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Dihalang Cuaca Ekstrem

Proses Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Dihalang Cuaca EkstremProses Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Dihalang Cuaca Ekstrem

Proses evakuasi jenazah pendaki Gunung Slamet, Syafiq Ridhan Ali Razan, terhambat oleh kondisi cuaca ekstrem dan medan yang berat. Syafiq yang dinyatakan meninggal dunia hilang selama 17 hari di jalur Gunung Malang.

Baca juga: Timnas Indonesia U-23 Gagal Menang Melawan Laos di Kualifikasi Piala Asia U-23 2026

Tim SAR gabungan, termasuk Basarnas dan relawan, menghadapi tantangan yang signifikan saat melanjutkan evakuasi pada Kamis, 15 Januari 2026, setelah sempat terhenti di tengah cuaca buruk.

Kondisi Terkini Evakuasi

Evakuasi dimulai kembali pada Kamis pagi setelah tim sebelumnya terpaksa mundur. Jenazah Syafiq ditemukan di Batu Watu Langgar, terbungkus kain hijau, dan ditemukan dalam kondisi yang memprihatinkan.

Tim SAR yang terdiri dari berbagai pihak bergerak menuju lokasi yang terisolasi. Namun, hujan lebat dan medan curam menjadi tantangan utama bagi para anggota tim.

Baca juga: Pentingnya Mencintai Diri Sendiri dalam Membangun Hubungan yang Sehat

Anggota Tim Wanadri mengemukakan, "Sejak pagi tim belum makan dan kondisi medan yang curam dan terjal serta cuaca hujan badai," menyoroti kesulitan yang harus dihadapi agar evakuasi berjalan dengan aman.

Strategi Evakuasi

Tim gabungan kini mempersiapkan proses evakuasi dengan lebih matang. Mereka memerlukan alat khusus seperti tandu basket untuk membawa jenazah Syafiq secara aman.

Relawan dari Tim Wanadri, Arie, menyampaikan, "Proses evakuasi akan dilakukan secara estafet, melalui jalur Pos Dipajaya," yang diharapkan dapat memudahkan tim akses ke lokasi penemuan jenazah.

Duka Keluarga dan Rencana Pemakaman

Di rumah orang tua Syafiq di Kelurahan Kramat Utara, suasana duka menyelimuti dengan banyak pelayat yang datang. Tenda serta kursi plastik telah disiapkan untuk menampung para tamu.

Tri Winarno, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Magelang, memberikan informasi bahwa keluarga memutuskan untuk memindahkan lokasi pemakaman. Jenazah yang awalnya akan dimakamkan di Pemakaman Sambung Lor kini akan dipindahkan ke TPU Sidotopo, Kelurahan Kedungsari.

Baca juga: Gubernur DKI Jakarta Cabut Instruksi Kerja dari Rumah untuk ASN

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERBARU

Proses Evakuasi Jenazah Pendaki Gunung Slamet Dihalang Cuaca Ekstrem

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!